Dukung SDGs 8, Mahasiswa BBK 7 UNAIR Modernisasi UMKM Desa Kauman Melalui Digitalisasi

yupan
Selasa, 20 Januari 2026 00:20 WIB
Istimewa

 

Gresik, eNews — Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) mengambil langkah nyata dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Gresik. Melalui pelatihan dan pendampingan digitalisasi, para mahasiswa mendorong pelaku UMKM di Desa Kauman, Kecamatan Sidayu, untuk naik kelas dan beradaptasi dengan teknologi masa kini, Sabtu (17/1/2026).

​Kegiatan yang diikuti oleh 27 anggota penggerak PKK Desa Kauman ini difokuskan pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8, yakni mendukung pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

​Mengatasi Gap Teknologi di Tingkat Desa

​Program ini lahir sebagai solusi atas masih dominannya metode konvensional yang digunakan warga, mulai dari pencatatan keuangan manual hingga keterbatasan jangkauan promosi. Bekerja sama dengan Pemerintah Desa Kauman, mahasiswa menghadirkan narasumber ahli, Ahmad Fathullah, M.Pd., untuk memberikan wawasan komprehensif.

​Materi yang disampaikan mencakup aspek krusial bagi UMKM modern, antara lain:

  • Pembukuan Digital: Pengenalan aplikasi kasir baik versi gratis maupun berbayar yang mudah digunakan oleh skala usaha desa.
  • Sistem Pembayaran: Edukasi penggunaan QRIS sebagai alternatif transaksi non-tunai yang lebih praktis, aman, dan efisien.
  • Optimalisasi Google Maps: Pelatihan mencantumkan lokasi usaha secara digital agar produk warga lebih mudah ditemukan oleh konsumen dari luar daerah.

​Interaktif dan Praktik Langsung

​Pelatihan tidak hanya berlangsung satu arah. Melalui sesi diskusi dan praktik langsung, para ibu pelaku UMKM diajak untuk langsung mencoba aplikasi digital dan melakukan branding sederhana. Hal ini memicu antusiasme tinggi, mengingat banyak peserta yang baru menyadari kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi digital.

​Kepala Desa Kauman menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif ini. "Program ini sangat relevan dengan kebutuhan warga kami. Kami berharap kapasitas dan daya saing usaha ibu-ibu di Desa Kauman bisa meningkat secara signifikan dan berkelanjutan," ujarnya.

​Komitmen Berkelanjutan: Pendampingan Door-to-Door

​Sebagai langkah konkret pasca-pelatihan, mahasiswa BBK 7 UNAIR tidak berhenti pada sesi sosialisasi saja. Mereka telah merancang program lanjutan berupa penerjunan langsung ke titik-titik lokasi UMKM.

​Program tindak lanjut ini meliputi:

  1. Pendampingan Digital Marketing: Membantu proses branding dan pembuatan konten promosi.
  2. Eksekusi Google Maps: Memastikan seluruh unit usaha warga terdaftar secara akurat di peta digital.
  3. Monitoring Aplikasi: Mengawal penggunaan aplikasi digital agar benar-benar menjadi rutinitas dalam pengelolaan usaha harian.

​Melalui sinergi antara akademisi dan masyarakat, digitalisasi UMKM di Desa Kauman diharapkan dapat menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih mandiri dan melek teknologi.

(Lia)

Baca Lainnya