Jurnalis Cilik MIM 25 Ulas 'Dolip-dolipan', Permainan Tradisional yang Menguji Ketangkasan dan Strategi

yupan
Sabtu, 8 November 2025 11:02 WIB
Adeeva Shakila Assabiq dan narasumber Putri Nur Aliyah Syifa melakukan liputan khusus untuk mengulas permainan tradisional anak yang kian tergerus zaman, yaitu "Dolip-dolipan". (Yuda/eNews)

Surabaya, eNews - Tim Jurnalis Cilik dari MI Muhammadiyah 25 (MIM 25) Surabaya melakukan liputan khusus untuk mengulas permainan tradisional anak yang kian tergerus zaman, yaitu "Dolip-dolipan" di depan mushola Al-Jadid, Sabtu (8/11/2025).

​Liputan yang dipandu oleh pewarta cilik Adeeva Shakila Assabiq dan narasumber Putri Nur Aliyah Syifa ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali warisan budaya permainan anak kepada khalayak.

Menguji Ketangkasan dan Strategi

​Dalam wawancara tersebut, Putri Nur Aliyah Syifa menjelaskan bahwa "Dolip-dolipan" adalah permainan kejar-kejaran tradisional yang menguji ketangkasan, kecepatan, dan strategi pemainnya.

"Permainan ini membutuhkan minimal tiga orang, dengan rincian satu orang berperan sebagai predator atau pengejar, dan dua orang lainnya sebagai mangsa atau yang dikejar," ungkapnya.

​Lebih lanjut ia menambahkan, predator ditentukan melalui proses hompimpah atau suit (sut/suit jari). Orang yang kalah atau terakhir yang biasanya menjadi predator.

"Ketika mangsa mengucapkan kata Dolip, predator harus segera mengejar dan menepuk atau memegang punggung atau badan mangsa," paparnya.

​Mangsa yang telah berhasil di-'dolip', sambung Putri, harus segera diam atau mematung di tempat tersebut dan tidak boleh bergerak sama sekali.

"Kondisi mematung akan berakhir jika ada mangsa lain yang belum terkena 'dolip' menyentuh atau menepuk mangsa yang sedang mematung tersebut," pungkasnya.

​Liputan yang dilakukan oleh Tim Jurnalis Cilik MIM 25 Surabaya ini menunjukkan upaya pelestarian budaya sejak usia dini, serta diharapkan dapat mendorong anak-anak lain untuk kembali memainkan permainan tradisional yang sarat nilai kebersamaan dan keceriaan ini.

Baca Lainnya