Jurnalis Cilik SDM 22 Kupas Tuntas Gobak Sodor: Aturan, Manfaat, dan Pentingnya Melestarikan Budaya
yupan
Selasa, 11 November 2025 15:46 WIB
Surabaya, eNews - Permainan tradisional Gobak Sodor atau yang juga dikenal dengan sebutan Galah Asinq menjadi topik hangat dalam sesi wawancara eksklusif yang dilakukan oleh tim jurnalis cilik dari SDM 22 Surabaya, Selasa (11/11/2025).
Permainan berkelompok yang penuh semangat ini ternyata menyimpan banyak cerita sejarah, aturan main yang seru, hingga manfaat penting bagi yang memainkannya.
​Dalam wawancara bersama Brisa Refira Alesha, terungkap detail menarik mengenai warisan budaya Indonesia yang satu ini.
Selaku pewawancara, terlebih dahulu Syakira Qidzama Alhasy biasa dipanggil Raisya memperkenalkan diri, kemudian bertanya seputar permainan Gobak Sodor.
Brisa pun menjawab dengan lugas setiap pertanyaan Raisya.
Ketika ditanya dari mana asal permainan tradisional Gobak Sodor, Brisa menjawab ini adalah permainan tradisional yang sangat terkenal di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, tapi banyak juga dimainkan di daerah lain.
Lebih lanjut Brisa menambahkan bahwasanya, Gobak Sodor dimainkan berkelompok. Ada dua tim: satu tim sebagai penjaga garis (biasanya 3-5 orang) dan satu tim lagi sebagai penyerang atau yang berusaha lewat.
"Tim Penjaga harus menghalangi dan menyentuh lawan yang berusaha melewati garis dari awal sampai akhir," ujarnya.
"Sedangkan Tim Penyerang menang kalau semua anggotanya berhasil melewati semua garis sampai kembali ke garis awal tanpa tersentuh oleh Tim Penjaga," imbuhnya.
Untuk tempat bermain, Brisa mengatakan, paling seru dimainkan di lapangan terbuka, seperti lapangan sekolah, halaman rumah yang luas, atau tanah lapang di desa.
Ketika ditanya apa manfaatnya, Brisa menjawab banyak sekali.
"Kita jadi sehat karena berlari, belajar kerja sama tim, dan melatih ketangkasan kita," paparnya.
"Karena Gobak Sodor adalah warisan budaya Indonesia yang harus kita jaga. Permainan ini pin ternyata lebih seru dan sehat daripada bermain gawai terus," tegasnya.
Baca Lainnya
Wawancara Nesya Aqila Nugroho dengan Bintang Viviano Pabaya: Kisah di Balik Kemenangan Juara Harapan 2 Paskibraka
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 17 Hari
Hebat! Tim Jurnalis Cilik MIM Dupan Wawancarai Para Juara Lomba Tapak Suci yang Sukses Raih Kemenangan
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 21 Hari
Jurnalis Cilik MIM Dupan Ulas Gobak Sodor: Dari Aturan Main hingga Lokasi Paling Seru
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 29 Hari
Wawancara Eksklusif Jurnalis Cilik Hasna Roudlotul Jannah: Kisah Perjuangan Ibu Ima Jual Pentol Demi Nafkah
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Jurnalis Cilik MIM 25 Ulas 'Dolip-dolipan', Permainan Tradisional yang Menguji Ketangkasan dan Strategi
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Wawancara Jurnalis Cilik MIMDATU Ungkap Dedikasi Ustadz Ismul: 18 Tahun Mengabdi, Semangat Bangkitkan Minat Bahasa Arab Siswa
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Laporan Jurnalis Cilik MIM Dupan: Petak Umpet Melatih Fisik, Kognitif, dan Kejujuran Anak Tanpa Gadget
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Belajar Jurnalistik: Siswi SDM 29 Surabaya Jelaskan Cara Tepat Susun Opini
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Tim Paskibra SDM 22 Siap Berlomba, Targetkan Kemenangan!
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
