Keluarga: Benteng Terakhir Karakter Anak di Tengah Terjangan Arus Digital

M Arif'an
Kamis, 8 Januari 2026 20:55 WIB
Istimewa

 

Jakarta, eNews – Di tengah meningkatnya persoalan sosial dan kompleksitas pengasuhan anak sepanjang tahun 2025, Rumah Sakinah Muhammadiyah (RSM) menekankan pentingnya mengembalikan fungsi keluarga sebagai sekolah pertama dan utama. Pesan ini mengemuka dalam pengajian bertema “Keluarga sebagai Pondasi Pembangunan Karakter Anak” yang digelar di Sekretariat RSM, Rusun Conver Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (08/01/2026).

​Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para orang tua untuk merefleksikan kembali peran strategis mereka dalam menjaga masa depan generasi muda di era informasi yang kian tanpa sekat.

​Alarm Sosial dan Urgensi Penguatan Keluarga

​Acara diawali dengan sambutan dari Bendahara RSM sekaligus Wakil Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah, Dedi Warman, S.Fil.I. Ia menggarisbawahi bahwa data kekerasan terhadap anak dan keterlibatan anak dalam tindak pidana setahun terakhir harus menjadi alarm bagi setiap orang tua.

​Narasumber utama, Misran Lubis, S.Ag. (Sekretaris RSM dan Kabid KOJ MPKS PP Muhammadiyah), dalam tausiyahnya menegaskan bahwa rumah harus menjadi ekosistem paling aman bagi anak.

​“Keluarga bukan sekadar unit terkecil masyarakat, tapi fondasi peradaban. Rumah harus menjadi ruang di mana nilai-nilai kehidupan pertama kali dipahami, sebelum anak-anak berinteraksi dengan dunia luar yang luas,” ujar Misran.

 

​Perspektif Islam: Menjaga Amanah dari "Api Neraka"

​Mengacu pada tuntunan syariat, Misran mengutip QS. At-Tahrim ayat 6, yang mewajibkan orang beriman menjaga diri dan keluarganya dari api neraka. Menurutnya, mendidik anak adalah tanggung jawab teologis yang melampaui sekadar pemenuhan kebutuhan materi.

​Menjaga akidah, akhlak, dan kepribadian anak merupakan amanah kepemimpinan orang tua yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Dalam konteks ini, keteladanan orang tua menjadi kunci utama dalam proses internalisasi nilai-nilai keislaman.

​Tantangan Pengasuhan di Era Digital

​Salah satu poin krusial yang dibahas adalah dinamika pengasuhan di tengah gempuran media sosial dan gawai. Orang tua abad ini dituntut memiliki literasi digital yang mumpuni agar tidak gagap dalam mendampingi anak. Pengajian ini merumuskan beberapa langkah strategis bagi keluarga:

  • Komunikasi Dua Arah: Membangun obrolan hangat dan berkualitas antara orang tua dan anak.
  • Keteladanan Digital: Orang tua harus memberikan contoh bijak dalam menggunakan teknologi sebelum meminta anak melakukannya.
  • Pengasuhan Tanpa Kekerasan: Mengedepankan kasih sayang dan dialog dibandingkan pendekatan koersif.
  • Literasi Spiritual: Menghidupkan suasana ibadah bersama dan pembiasaan akhlak mulia di dalam rumah.

​Menuju Masyarakat Berkemajuan

​Melalui pengajian rutin ini, Rumah Sakinah Muhammadiyah berharap keluarga-keluarga di lingkungan Muhammadiyah mampu bertransformasi menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah. Keluarga yang kuat diyakini akan melahirkan generasi berkarakter yang menjadi pilar bagi bangsa Indonesia yang berkemajuan.

Baca Lainnya