Perkuat Sinergi Bangsa: Dandim Boyolali Hadiri Penutupan Seminar Anti-Radikalisme di Ponpes Darusy Syahadah

Agus Suyono
Jumat, 6 Februari 2026 09:23 WIB
Istimewa

 

Boyolali, eNews – Komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terus diperkuat melalui kolaborasi antara aparat keamanan dan institusi pendidikan keagamaan. Hal ini ditegaskan dalam acara penutupan seminar bertajuk "Peningkatan Kemampuan Menuju Pondok Pesantren Darusy Syahadah Mandiri, Berkelanjutan serta Bebas Intoleransi, Radikalisme, dan Ekstremisme" yang berlangsung di Desa Kedunglengkong, Simo, Boyolali, pada Rabu (05/02/2026).

​Kegiatan yang diinisiasi oleh Densus 88 AT ini dihadiri langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali, Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, S.E. Kehadiran pimpinan TNI di wilayah Boyolali tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya pesantren dalam menangkal paham-paham yang dapat memecah belah bangsa.

​Empat Hari Memperteguh Wawasan Kebangsaan

​Seminar yang berlangsung selama empat hari ini diikuti oleh sekitar 500 peserta. Fokus utamanya adalah membekali para santri dan pengelola pesantren dengan wawasan kebangsaan serta strategi pencegahan terhadap berkembangnya paham intoleransi dan radikalisme.

Kadensus 88 AT Jawa Tengah, Brigpol Sentot Setiyadi, S.I.K., M.I.K., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada Ponpes Darusy Syahadah. Sebagai salah satu institusi pendidikan tertua dan berpengaruh, keterbukaan pesantren ini menjadi contoh positif bagi kolaborasi nasional.

​"Keberhasilan kegiatan ini adalah buah dari kerja keras seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan. Kami berharap pasca-seminar ini, tidak ada lagi ruang bagi radikalisme maupun ekstremisme di lingkungan pendidikan," ujar Brigpol Sentot.

 

​Komitmen Pesantren untuk NKRI

​Ketua Yayasan Yasmin, Ustadz Mustaqim Safar, M.Pd., menyatakan bahwa pesantren akan terus berupaya menjadi pilar kemajuan bangsa melalui pendidikan dan taklim. Ia pun menekankan bahwa, membangun bangsa membutuhkan kesabaran dan konsistensi yang tinggi.

​"Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi NKRI. Proses ini memerlukan kerja sama dari semua elemen agar santri kita tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya religius, tetapi juga cinta tanah air," tegas Ustadz Mustaqim.

​Kemandirian Ekonomi dan Ketahanan Pangan

​Acara penutupan tidak hanya berisi seremonial formal, namun juga menampilkan langkah konkret pemberdayaan ekonomi dan lingkungan:

  1. Peninjauan Bazar: Para tamu undangan, termasuk Dandim Boyolali, meninjau langsung produk-produk hasil pelatihan santri. Ini merupakan langkah menuju Pesantren Mandiri.
  2. Aksi Tanam Bibit: Dilakukan penanaman bibit secara simbolis (bantuan dari Kementerian Pertanian RI) di lahan pesantren. Langkah ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas.

​Dengan berakhirnya seminar ini, Ponpes Darusy Syahadah diharapkan mampu menjadi mercusuar bagi pesantren lain dalam memadukan kedalaman ilmu agama dengan semangat nasionalisme yang produktif dan kreatif.

Baca Lainnya