Wawancara Eksklusif Jurnalis Cilik Hasna Roudlotul Jannah: Kisah Perjuangan Ibu Ima Jual Pentol Demi Nafkah

yupan
Rabu, 12 November 2025 14:34 WIB
Jurnalis cilik SD Muhammadiyah 29 Surabaya, Hasna Roudlotul Jannah ketika mewawancarai Ibu Ima penjual pentol demi nafkah dan penghidupan, ulas sisi sosial. (Yuda/eNews)

Surabaya, eNews – Di tengah hiruk pikuk kota Surabaya, kisah perjuangan seorang pedagang makanan ringan, Ibu Ima, menawarkan pandangan mendalam tentang ketahanan hidup dan harapan sederhana. 

Ibu Ima adalah penjual pentol (bakso aci), cemplon, es, panggang ayam, dan usus yang baru sekitar 10 hari memulai usahanya di lokasi baru, tepat di depan sekolahan.

Kepada jurnalis cilik SD Muhammadiyah 29 Surabaya, Hasna Roudlotul Jannah, Rabu (12/11/2025) menjelaskan, sebelum berjualan pentol, Ibu Ima sempat berjualan nasi jagung, nasi pecel, dan ayam geprek di jalan raya. 

Namun, karena sering turun hujan, ia merasa takut dan memutuskan untuk berhenti sejenak, kemudian beralih menjual pentol di depan sekolahan.

​Meskipun menjual beragam dagangan lezat, Ibu Ima mengakui bahwa jualannya masih terasa sepi.

"Saya berjualan sendiri, karena sang suami sedang sakit dan tidak bisa membantunya," akunya.

​​Saat ditanya mengenai bahan-bahan pentol yang ia jual, Ibu Ima menyebutkan bahwa pentolnya terbuat dari daging, kanji, dan tepung.

​"Dengan berjualan seperti ini, keinginan saya sederhana yah nak, yakni ingin bahagia, laris, dan jualannya bisa lebih banyak yang laku," harapnya.

​Ia menutup perbincangan dengan menegaskan bahwa usahanya berjualan ini semata-mata adalah untuk mencari nafkah dan untuk kehidupan.

Baca Lainnya