Wawancara Jurnalis Cilik MIMDATU Ungkap Dedikasi Ustadz Ismul: 18 Tahun Mengabdi, Semangat Bangkitkan Minat Bahasa Arab Siswa
yupan
Jumat, 7 November 2025 15:34 WIB
Surabaya, eNews - Dua jurnalis cilik, Shafyna Amilah Mahasta dan Sabrina Sakhi Azzahra, dari tim jurnalis sekolah berhasil mewawancarai salah satu pengajar senior di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 27 Surabaya (MIMDATU), yaitu Ustadz Muhammad Ismul Muchlis, Jumat (7/11/2025).
Wawancara tersebut mengungkap pengalaman berharga Ustadz Ismul selama mengajar, khususnya dalam membangkitkan minat belajar Bahasa Arab di kalangan siswa.
Dedikasi 18 tahun di Dunia Pendidikan Muhammadiyah, Ustadz Muhammad Ismul Muchlis, yang akrab disapa Ustaz Ismul, telah mengabdikan dirinya dalam pendidikan Muhammadiyah selama 18 tahun, dengan 10 tahun di antaranya bertugas di MIMDATU.
Ia menjelaskan bahwa usia MIMDATU saat ini sama dengan masa pengabdiannya di sekolah tersebut.
Di MIMDATU, Ustadz Ismul dipercayakan untuk mengampu mata pelajaran Al-Lughatul Arabiyyah atau Bahasa Arab, yang diajarkan mulai dari kelas 2 hingga kelas 6.
Kesan dan Harapan dalam Mengajar Bahasa Arab
Ketika ditanya mengenai kesannya selama mengajar, Ustadz Ismul menyatakan bahwa ia merasa "luar biasa" melihat antusiasme anak-anak.
Ia termotivasi untuk mengajar ketika melihat semangat siswa yang muncul setelah mereka mengetahui bahwa Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur'an.
"Jadi yang bisa Bahasa Arab itu nanti akan bisa tahu Al-Qur'an. Nah, jadi semangat anak-anak. Tadinya tidak ada semangat, tetapi setelah tahu dimotivasi bahwasanya kalau kita belajar Bahasa Arab itu nanti akan paham Al-Qur'an. Wah, semangat," ujar Ustadz Ismul.
Meski demikian, Ustadz Ismul juga menghadapi tantangan, terutama ketika mengajar siswa yang belum lancar membaca Iqra/Al-Qur'an (masih di jilid 1 atau 2), yang membuat mereka kesulitan membaca teks Bahasa Arab.
Untuk mengatasi hal ini, ia menggunakan metode pengajaran mendengarkan, menirukan, baru kemudian membaca.
Selain itu, kesulitan lain adalah siswa mudah lupa dengan arti kata jika tidak dipraktikkan.
Oleh karena itu, Ustadz Ismul sering mempraktikkan kosakata sederhana seperti "Aiywa" (Ya) atau "Kaifa Haluk" (Bagaimana kabarmu) agar siswa terbiasa.
Sebagai penutup, Ustaz Ismul menyampaikan harapan besarnya. Ia berharap anak-anak MIM Datu mahir berbahasa Arab.
Ke depannya, ia berkeinginan untuk membentuk Klub Bahasa Arab di sekolah, serupa dengan English Club yang sudah ada, dengan harapan suatu hari akan ada "One Day Speak Arabic" atau satu hari berbahasa Arab di lingkungan sekolah.
Jurnalis cilik Shafyna dan Sabrina mengakhiri wawancara dengan ucapan terima kasih atas waktu dan ilmu yang telah dibagikan oleh Ustaz Ismul.
Baca Lainnya
Wawancara Nesya Aqila Nugroho dengan Bintang Viviano Pabaya: Kisah di Balik Kemenangan Juara Harapan 2 Paskibraka
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 17 Hari
Hebat! Tim Jurnalis Cilik MIM Dupan Wawancarai Para Juara Lomba Tapak Suci yang Sukses Raih Kemenangan
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 21 Hari
Jurnalis Cilik MIM Dupan Ulas Gobak Sodor: Dari Aturan Main hingga Lokasi Paling Seru
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 28 Hari
Wawancara Eksklusif Jurnalis Cilik Hasna Roudlotul Jannah: Kisah Perjuangan Ibu Ima Jual Pentol Demi Nafkah
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Jurnalis Cilik SDM 22 Kupas Tuntas Gobak Sodor: Aturan, Manfaat, dan Pentingnya Melestarikan Budaya
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Jurnalis Cilik MIM 25 Ulas 'Dolip-dolipan', Permainan Tradisional yang Menguji Ketangkasan dan Strategi
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Laporan Jurnalis Cilik MIM Dupan: Petak Umpet Melatih Fisik, Kognitif, dan Kejujuran Anak Tanpa Gadget
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Belajar Jurnalistik: Siswi SDM 29 Surabaya Jelaskan Cara Tepat Susun Opini
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Tim Paskibra SDM 22 Siap Berlomba, Targetkan Kemenangan!
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
