Bangkitkan Semangat Penyintas Banjir, Relawan KawanMU Gelar Aksi Psikososial Komprehensif di Tapanuli Selatan

M Arif'an
Senin, 19 Januari 2026 17:24 WIB
Istimewa

 

Tapanuli Selatan, eNews — Pemulihan pascabencana tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menyembuhkan luka batin para penyintas. Komitmen inilah yang dibawa oleh Relawan Psikososial dari KawanMU (Korps Relawan Sosial Muhammadiyah) saat terjun mendampingi warga terdampak banjir di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (19/1/2026).

​Pendekatan Hangat untuk Ibu dan Anak

​Relawan KawanMU menerapkan strategi pendampingan yang berbeda untuk setiap kelompok usia guna memastikan pesan pemulihan tersampaikan dengan tepat:

  • Bagi Para Ibu: Relawan mengedepankan dialog ringan dan obrolan santai. Ruang ini menjadi wadah bagi para ibu untuk mencurahkan beban emosional (catharsis), sehingga rasa aman dan kepercayaan diri mereka kembali tumbuh.
  • Bagi Anak-Anak: Pemulihan dilakukan melalui metode bermain sambil belajar. Selain permainan edukatif yang mengembalikan keceriaan, anak-anak juga diajak mengaji bersama untuk memperkuat ketenangan batin dan sisi spiritual sejak dini.

​Menghidupkan Kembali Rutinitas dan Gotong Royong

​Guna mengusir kejenuhan di lingkungan posko, relawan menginisiasi serangkaian aktivitas fisik dan sosial, di antaranya:

  1. Senam Rutin: Diikuti dengan antusias oleh berbagai kelompok usia untuk menjaga kebugaran dan menciptakan suasana ceria.
  2. Kerja Bakti: Relawan bersama warga bahu-membahu membersihkan area fasilitas umum seperti masjid dan kamar mandi untuk menjamin kesehatan lingkungan.
  3. Dapur Umum Kolaboratif: Berkolaborasi dengan pengurus Aisyiyah setempat, kegiatan masak bersama menjadi ajang mempererat silaturahmi antara relawan dan organisasi lokal.

​Penguatan Spiritual di Lingkungan Posko

​Ketenangan jiwa menjadi fokus utama dalam pendampingan ini. Relawan bersama masyarakat telah menetapkan muadzin khusus untuk memastikan adzan lima waktu tetap berkumandang di lingkungan posko. Langkah ini diharapkan mampu menjaga rutinitas ibadah warga meski tengah berada dalam keterbatasan pascabencana.

​Asesmen untuk Program Berkelanjutan

​Relawan KawanMU tidak hanya bekerja di permukaan. Tim di lapangan juga melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan dan kebutuhan dasar psikologis para penyintas.

​"Hasil asesmen ini akan menjadi fondasi bagi kami untuk menyusun program pendampingan lanjutan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan bagi warga Desa Batu Hula," ungkap perwakilan tim relawan.

​Secara keseluruhan, kehadiran KawanMU di Tapanuli Selatan mendapat respons yang sangat positif. Program ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi masyarakat untuk segera bangkit, pulih secara mental, dan memperkuat ketahanan sosial mereka dalam menghadapi masa depan.

(Fernando)

Baca Lainnya