Kembalikan Senyum Anak-Anak Pidie Jaya, KawanMU Gelar Trauma Healing Pasca Banjir di Meunasah Lhok

M Arif'an
Senin, 19 Januari 2026 09:39 WIB
Istimewa

 

Pidie Jaya, eNews – Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya meninggalkan duka, terutama bagi anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah dan keceriaannya. Menanggapi kondisi tersebut, relawan KawanMU bergerak cepat melaksanakan aksi dukungan psikososial di Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Aceh, Sabtu (18/1/2026).

​Mengusir Trauma Melalui Sepak Bola

​Bukan melalui metode formal, KawanMU memilih pendekatan yang dekat dengan dunia anak: bermain bola bersama. Aktivitas sederhana namun penuh energi ini terbukti ampuh mengalihkan perhatian anak-anak dari trauma bencana. Di lapangan, suasana haru berubah menjadi riuh rendah tawa dan semangat.

​“Abang jangan selesai dulu, masih belum maghrib ini!” seru anak-anak Meunasah Lhok dengan antusias, menggambarkan kerinduan mereka akan suasana normal yang sempat hilang akibat banjir.

​Menyoroti Perubahan Perilaku Pasca Bencana

​Kehadiran KawanMU di lapangan juga bertujuan untuk memantau dampak psikologis jangka panjang. Relawan mencatat adanya perubahan perilaku yang mengkhawatirkan pada beberapa anak, seperti:

  • Menurunnya Semangat Belajar: Akibat hilangnya seragam, buku, dan perlengkapan sekolah yang hanyut terbawa arus.
  • Ketergantungan pada Bantuan: Sejumlah anak kerap terlihat menunggu bantuan di pinggir jalan, sehingga perlahan melupakan aktivitas edukatif harian mereka.

​"Kami hadir untuk memberikan dukungan emosional dan motivasi. Kami ingin memastikan mereka tidak berlarut dalam kesedihan dan kembali memiliki semangat untuk menatap masa depan," ujar Fariz Zakariya Fauzan, Ketua Regu KawanMU Aceh.

​Komitmen Pendampingan Berkelanjutan

​Aksi di Meunasah Lhok ini hanyalah awal. KawanMU berkomitmen untuk terus memfasilitasi para penyintas, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak. Rencana ke depan meliputi:

  1. Penyediaan Alat Bermain: Memastikan sarana rekreatif tersedia di posko pengungsian atau desa terdampak.
  2. Dukungan Psikososial Rutin: Melakukan pendampingan emosional secara berkala hingga kondisi psikologis anak stabil.
  3. Motivasi Pendidikan: Mengajak anak-anak kembali mencintai aktivitas belajar meskipun di tengah keterbatasan sarana.

​Melalui langkah kecil ini, KawanMU berharap trauma akibat banjir bandang dapat terkikis perlahan, berganti dengan optimisme dan tawa yang menjadi hak setiap anak.

Baca Lainnya