Deru Mesin Molen Pacu Semangat Satgas TMMD Sengkuyung Kodim Surakarta di Joyotakan

Agus Suyono
Senin, 16 Februari 2026 12:37 WIB
Istimewa

 

Surakarta, eNews – Suara putaran mesin pengaduk semen (molen) menjadi "musik" penyemangat bagi Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I TA 2026 Kodim 0735/Surakarta. Di Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, alat berat sederhana ini terbukti menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur desa, Senin (16/02/2026).

​Fokus utama kegiatan kali ini adalah perbaikan saluran air sepanjang 327 meter dengan pemasangan U-Ditch ukuran 80 cm x 80 cm. Kehadiran mesin molen di RT 05/06 sangat membantu efisiensi waktu dan tenaga, baik bagi prajurit TNI, Ormas, Linmas, maupun masyarakat setempat yang bahu-membahu di lapangan.

Simbol Kecepatan dan Efisiensi

​Danramil 03/Serengan, Kapten Cba Tri Rusman Prasetyo, S.Sos., yang memimpin langsung jalannya pekerjaan, menjelaskan bahwa penggunaan satu unit mesin molen ini merupakan strategi untuk memastikan kualitas adukan semen beton tetap terjaga sekaligus mempercepat proses pengerjaan siring badan jalan.

​“Putaran mesin molen ini seakan menjadi alarm semangat bagi kami. Begitu mesin mulai berputar, seluruh prajurit dan warga langsung bergerak dengan ritme yang sama. Ini memacu kami untuk menyelesaikan target lebih cepat dari jadwal,” ungkapnya.

 

​Ia menambahkan bahwa pengerjaan saluran air ini sangat krusial bagi warga Joyotakan untuk memastikan sistem sanitasi dan drainase lingkungan berfungsi optimal, terutama saat musim penghujan.

Perawatan Alat untuk Hasil Maksimal

​Selain aspek kecepatan, ketahanan alat juga menjadi perhatian utama. Anggota Satgas TMMD, Peltu Sugianto, menekankan pentingnya perawatan mesin di tengah beban kerja yang tinggi. Setiap selesai digunakan, mesin tersebut dibersihkan dan dicek kondisinya agar tetap prima hingga proyek tuntas.

​"Molen ini adalah 'rekan kerja' kami yang paling vital untuk membuat adukan bahan badan jalan. Kami merawatnya dengan baik setiap hari. Jika mesin awet, pekerjaan jadi jauh lebih ringan dan hasilnya pun maksimal bagi masyarakat," tandasnya.

Wujud Nyata Kemanunggalan

​Proyek perbaikan saluran air ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud nyata kehangatan hubungan antara TNI dan rakyat di Kota Surakarta. Kolaborasi antara Satgas TMMD, organisasi kemasyarakatan, dan warga menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi fondasi kuat dalam membangun daerah.

​Dengan dukungan alat yang memadai dan semangat yang membara, diharapkan target perbaikan saluran air sepanjang 327 meter ini dapat selesai tepat waktu, memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas dan kesehatan lingkungan warga Kelurahan Joyotakan.

Baca Lainnya