Prinsip "Berat Sama Dipikul" Jadi Kunci Sukses TMMD Ke-127 di Desa Kembang Wonogiri

Agus Suyono
Selasa, 17 Februari 2026 11:29 WIB
Istimewa

 

Wonogiri, eNews – Semangat gotong royong menjadi ruh utama dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-127 Kodim 0728/Wonogiri. Berlokasi di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, kolaborasi antara Satgas TNI dan warga setempat terbukti menjadi mesin penggerak utama percepatan pembangunan fisik.

​Menerapkan prinsip filosofis "Berat Sama Dipikul, Ringan Sama Dijinjing", program ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempererat ikatan emosional antara prajurit dan masyarakat.

Kemanunggalan Sebagai Kunci Keberhasilan

​Serda Rionda, anggota Satgas TMMD dari satuan Lanud Adi Sumarmo, menegaskan bahwa keberhasilan sasaran fisik sangat bergantung pada soliditas di lapangan. Menurutnya, tanpa dukungan penuh dan kebersamaan dengan warga, target pembangunan akan sulit tercapai tepat waktu.

​"Selaku anggota Satgas, saya menilai sasaran fisik tidak akan maksimal jika tidak ada kemanunggalan antara TNI dan masyarakat. Di Desa Kembang ini, kami merasakan langsung betapa kuatnya sinergi itu," ujar Serda Rionda pada Selasa (17/2/2026).

 

Suka Duka Dinikmati Bersama

​Dalam pelaksanaannya, seluruh komponen masyarakat mulai dari pemuda hingga tokoh agama dilibatkan secara aktif. Semboyan "Berat Sama Dipikul" bukan sekadar kata-kata, melainkan praktik nyata di mana suka, duka, susah, maupun senang dalam pengerjaan proyek dirasakan bersama-sama.

​Kekompakan ini membuahkan hasil yang signifikan. Berdasarkan pantauan di lapangan, progres pembangunan fisik menunjukkan tren positif dan berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Target dan Pelaksanaan

​Sebagai informasi, TMMD Ke-127 Kodim 0728/Wonogiri tahun 2026 ini dipusatkan di Desa Kembang, sebuah wilayah yang membutuhkan sentuhan akselerasi pembangunan. Program ini telah dimulai sejak 10 Februari dan direncanakan rampung pada 11 Maret 2026 mendatang.

​Melalui program ini, TNI berharap hasil pembangunan tidak hanya bermanfaat secara fungsional bagi mobilitas warga, tetapi juga meninggalkan warisan nilai gotong royong yang terus terjaga di Desa Kembang.

Baca Lainnya