Tradisi Nyadran di Cepogo: Momen Doa Leluhur dan Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Agus Suyono
Sabtu, 7 Februari 2026 18:59 WIB
Istimewa

 

Boyolali, eNews – Nuansa khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Desa Sukabumi dan Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali pada Sabtu (07/02/2026). Masyarakat setempat kembali menggelar tradisi tahunan Sadranan atau Nyadran sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan.

​Hadir di tengah-tengah warga, tiga personel Babinsa Koramil 06/Cepogo Kodim 0724/Boyolali yang dipimpin oleh Serka Samsuri. Kehadiran TNI dalam kegiatan ini bukan sekadar menghadiri undangan, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal dan penguatan silaturahmi di wilayah binaan.

Ziarah Kubur dan Kenduri Tenong

​Prosesi Nyadran yang dilaksanakan setiap pertengahan Bulan Ruwah ini diawali dengan ziarah kubur dan doa bersama di makam leluhur. Puncak acara ditandai dengan kenduri, di mana warga membawa tenong (wadah anyaman bambu) berisi aneka makanan tradisional serta nasi tumpeng untuk dinikmati bersama setelah doa dipanjatkan.

​Serka Samsuri mengamati bahwa momentum Nyadran di Cepogo memiliki daya tarik luar biasa, bahkan menyerupai suasana hari raya.

​"Nyadran bukan hanya soal mendoakan yang telah tiada, tetapi juga ajang silaturahmi warga. Kita bisa melihat banyak perantau yang pulang kampung. Jalanan ramai, dan warga saling berkunjung. Ini adalah wujud nyata kerukunan masyarakat," ujar Serka Samsuri.

 

Open House: Hangatnya Jamuan Khas Desa

​Suasana keakraban berlanjut setelah prosesi di makam usai. Tokoh masyarakat setempat, Bapak Maskhuri, menjelaskan bahwa tradisi ini diikuti dengan kegiatan saling berkunjung ke rumah sanak saudara atau open house.

​Setiap tuan rumah dengan penuh kehangatan menjamu tamu (nyuguh) menggunakan hidangan tradisional buatan sendiri. "Tradisi ini menjadi ajang mempererat persaudaraan. Saudara yang datang seringkali membawa teman atau kerabat, sehingga jalinan silaturahmi kita semakin luas dan suasana kebersamaan sangat terasa," tutur Maskhuri.

Melestarikan Gotong Royong

​Tradisi Nyadran terbukti ampuh dalam menjaga nilai-nilai gotong royong dan penghormatan kepada leluhur agar tetap lestari dari generasi ke generasi. Di sisi lain, kehadiran Babinsa di tengah prosesi ini menjadi simbol harmonisasi antara aparat kewilayahan dengan masyarakat.

​Melalui sinergi budaya dan pengamanan wilayah, kegiatan Nyadran di Kecamatan Cepogo tahun ini berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kedamaian, memperkuat identitas Boyolali sebagai daerah yang menjunjung tinggi kearifan lokal.

Baca Lainnya