Baitul Arqom SMAMX: Membangun Pendidikan Islam yang Berbasis Nilai dan Keteladanan
Fahmi Aziz
Minggu, 23 Maret 2025 04:04 WIB
Surabaya, eNews - Pendidikan Islam bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan (knowledge), tetapi juga harus memiliki nilai (value) yang dapat membentuk karakter peserta didik untuk kehidupan di masa depan.
Oleh karena itu, pengembangan pendidikan Islam harus selaras dengan fitrah anak didik agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal.
Seorang guru memiliki peran sentral dalam proses ini. Tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan bagi siswa. Guru yang sabar, tidak mudah marah, dan selalu memancarkan kebahagiaan akan memberikan pengaruh besar dalam perkembangan peserta didik.
Lebih dari sekadar memberikan ilmu, guru juga harus menjadi contoh dalam menjalani kehidupan yang berlandaskan ketakwaan kepada Allah SWT.
Menurut Sudarusman, seorang guru harus mencerminkan peran sebagai khalifah di muka bumi, yakni memiliki kepedulian terhadap sesama manusia dan alam semesta.
"Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan Muhammadiyah, yaitu mewujudkan manusia muslim yang berakhlak mulia, cakap, percaya diri, serta berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujarnya, Sabtu (22/3/2025).
"Pendidikan Muhammadiyah juga bertujuan menyiapkan siswa agar mampu menjalani kehidupan secara seimbang, baik secara jasmani maupun rohani, serta siap memikul tanggung jawabnya di dunia dan akhirat," imbuhnya.
Etos Kerja dalam Pendidikan AUM
Untuk mencapai tujuan tersebut, pendidikan di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) harus ditopang oleh etos kerja yang kuat. Ada lima prinsip utama yang harus ditanamkan dalam dunia pendidikan, yaitu:
1. Etos Pergerakan
Seluruh aspek dalam pendidikan AUM harus dinamis dan terus bergerak, menebar kebermanfaatan bagi sesama.
2. Etos Ilmu
Setiap langkah dalam dunia pendidikan harus berbasis pada ilmu pengetahuan dan sains, sehingga dapat melahirkan gagasan-gagasan inovatif.
3. Etos Amal
Pendidikan harus menanamkan semangat berbagi dan kepedulian sosial sebagai bentuk implementasi ilmu dalam kehidupan nyata.
4. Etos Perubahan
Pendidikan harus responsif terhadap perubahan, karena memperbaiki kehidupan adalah suatu keharusan bagi setiap hamba Allah.
5. Etos Berkemajuan
Pendidikan harus mampu menerjemahkan visi dan misi Islam berkemajuan dalam upaya mencerdaskan anak bangsa.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, pendidikan Islam tidak hanya melahirkan individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan zaman dengan nilai-nilai Islam yang kokoh.
Baca Lainnya
Tak Surut Diguyur Hujan, Siswa TK Aisyiyah 55 Surabaya Taklukkan Tantangan Outbond Edukatif di Milkindo
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 23 Jam
Unik! SMP Muhammadiyah 15 Surabaya Peringati Isra Mi’raj dengan "Parikan" Jawa dan Hafalan Al-Qur'an
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Hari
Padukan Dongeng dan Seni Mading 3D, SD Mudiga Surabaya Maknai Isra’ Mi’raj dengan Kreativitas
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Hari
SD Mujitu Surabaya Gelar PHBI Isra Mi’raj, Cetak Generasi Qurani yang Kreatif dan Bertalenta
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Hari
SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya Pukau Pengunjung Royal Plaza dengan Konsep Sekolah Internasional
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Hari
Bentuk Karakter Disiplin, Koramil Gemolong Berikan Pelatihan PBB bagi Siswa SMK Sakti
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Hari
Tampil Tangguh, TK Aisyiyah 55 Surabaya Sabet Juara 2 Festival Tapak Suci IGABA 2026
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Hari
Perkuat Ideologi, Guru dan Karyawan Spemma Surabaya Dalami Konsep Islam Berkemajuan
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 2 Hari
Perkuat Karakter Islami, SD Al Islam Resmi Luncurkan Madrasah Diniyah
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 2 Hari
Perkuat Karakter Bangsa, Babinsa Gesi Sosialisasikan Korps Kadet RI di SMKN 1 Gesi
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 2 Hari
