Cetak Kader Dai Muda, SMAMX Surabaya Padukan Refleksi Isra Mikraj dengan Aksi Nyata di Masyarakat

yupan
Jumat, 16 Januari 2026 21:09 WIB
Istimewa

 

SURABAYA – Komunitas Dai SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya menggelar kegiatan bertajuk “Isra Mikraj & Pelatihan Dai SMAMX” pada 16-17 Januari 2026. Mengusung tema “Dari Sidratul Muntaha ke Komunitas: Meneladani Perjalanan Spiritual & Sosial Rasulullah dalam Aksi Nyata”, acara ini diikuti dengan antusias oleh para siswa yang tergabung dalam Komunitas Islam Dakwah.

​Kegiatan yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB ini dirancang tidak hanya untuk memperdalam pemahaman spiritual siswa terhadap peristiwa besar Isra Mikraj, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan dakwah yang aplikatif dan berdampak sosial.

Menjadi "Virus Kebaikan" di Lingkungan

​Kepala SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, Salim Bahrisy, dalam sambutannya menekankan bahwa esensi Isra’ Mi’raj harus mampu diimplementasikan secara konkret oleh para siswa di era modern saat ini.

​“Melalui pelatihan ini, kami berharap para siswa tidak hanya berhenti pada pemahaman esensi spiritual saja. Mereka harus mampu membawa kebiasaan baik tersebut ke lingkungan sekitar dan menjadi 'virus kebaikan' di mana pun mereka berada,” tegas Salim.

 

Sinergi Strategis Sekolah dan Masjid

​Pelatihan ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda guna memberikan pengalaman dakwah yang lebih luas, yakni di Kampus SMAMX (Jalan Genteng Muhammadiyah 25) dan Masjid Bahagia (Jalan Makam Peneleh 37).

​Pemilihan Masjid Bahagia sebagai lokasi pelatihan mendapat apresiasi positif dari pihak takmir. Moch Iqbal, selaku pengurus Masjid Bahagia, menyatakan rasa bangga atas kepercayaan sekolah melibatkan masjid dalam proses pembinaan siswa.

“Kami sangat berterima kasih. Semoga sinergi antara sekolah dan masjid ini terus berkobar dalam upaya menebar manfaat bagi umat,” ujar Iqbal.

Mencetak Agen Perubahan Sosial

​Melalui metode pelatihan dai ini, SMAMX berkomitmen mencetak kader dai muda yang tidak hanya cakap dalam retorika atau penguasaan ilmu agama, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

​Diharapkan, setelah mengikuti rangkaian acara ini, para peserta siap terjun ke masyarakat sebagai agen perubahan positif yang mampu mentransformasikan nilai-nilai langit (spiritual) menjadi aksi nyata di bumi (sosial), sebagaimana hikmah yang terkandung dalam perjalanan Rasulullah SAW.

(Azmi Izuddin)

Baca Lainnya