Perkuat Ideologi, Guru dan Karyawan Spemma Surabaya Dalami Konsep Islam Berkemajuan

yupan
Rabu, 14 Januari 2026 08:06 WIB
Istimewa

 

Surabaya, eNews – Sebagai upaya memperkokoh landasan spiritual dan ideologi persyarikatan, SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya kembali menyelenggarakan kajian rutin bagi seluruh guru dan karyawan. Kegiatan yang berlangsung khidmat pada Rabu pagi (14/1/2026) ini membedah esensi "Islam Berkemajuan dan Tauhid".

Islam sebagai Agama Penggerak

​Kajian kali ini menghadirkan tokoh senior Muhammadiyah, Drs. H. M. Nadjih Ihsan, M.Ag., sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Nadjih menekankan bahwa Islam bukan sekadar ritual, melainkan kekuatan aktual yang harus mampu memberikan solusi atas tantangan zaman.

​"Muhammadiyah meyakini Islam sebagai agama yang mendorong kemajuan. Islam yang sesungguhnya harus menggerakkan pemeluknya untuk memberi kesaksian atas keunggulan nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek kehidupan," tegas Nadjih di hadapan para peserta kajian.

Karakteristik Islam Berkemajuan

​Nadjih menguraikan bahwa Islam Berkemajuan adalah cara pandang universal yang bertujuan mewujudkan keadaban bangsa. Terdapat lima pilar utama yang menjadi karakteristik gerakan ini, yaitu:

  1. Berlandaskan Tauhid: Memurnikan ketaatan hanya kepada Allah.
  2. Bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah: Kembali kepada tuntunan murni agama.
  3. Menghidupkan Ijtihad dan Tajdid: Terbuka terhadap pembaruan dan inovasi.
  4. Sikap Wasathiyah: Mengedepankan jalan tengah atau moderat.
  5. Rahmatan Lil Alamin: Mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.

Tauhid yang Membebaskan

​Lebih lanjut, Nadjih menjelaskan bahwa tauhid dalam perspektif Islam Berkemajuan memiliki dimensi sosial yang kuat. Tauhid harus mampu membebaskan manusia dari praktik kesyirikan, ketidakadilan, dan penghisapan antar sesama manusia.

​"Bertauhid berarti berjuang menegakkan kebenaran dan kemaslahatan. Seorang mukmin harus kritis terhadap ketimpangan sosial dan berani menyampaikan kebenaran, namun tetap terbuka menerima kebenaran dari mana pun datangnya," tambahnya, seraya mengingatkan pentingnya menjauhi sikap taklid buta (ikut-ikutan tanpa dasar).

Meneladani Spirit KH Ahmad Dahlan

​Menutup kajian, Nadjih mengajak seluruh civitas akademika Spemma untuk kembali meresapi pesan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Spirit untuk tidak lelah berkhidmat dan terus maju harus menjadi napas dalam menjalankan peran pendidikan dan dakwah di sekolah.

​Melalui kajian rutin ini, diharapkan guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya memiliki bekal ideologis yang kuat untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus tangguh secara tauhid. (Cak Choir)

Baca Lainnya