Ciptakan Penulis Cilik, MIM 25 Surabaya Bekali Siswa Teknik Menulis Opini dan Narasi

yupan
Sabtu, 17 Januari 2026 14:14 WIB
Para jurnalis cilik MIM 25 Surabaya antusias belajar menulis opini dan cerita. (Yuda/eNews)

 

Surabaya, eNews – Kelas jurnalistik Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 25 Surabaya diikuti dengan antusias oleh para jurnalis cilik pada Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan literasi siswa agar mampu menyampaikan ide dan cerita secara sistematis dan menarik sejak usia dini.

​Dalam kelas tersebut, mereka diajarkan dua kompetensi utama, yakni menulis opini (pendapat) dan menulis cerita (narasi).

​Rumus P-A-S: Mudahkan Siswa Beropini

​Materi pertama berfokus pada penulisan opini. Agar jurnalis cilik MIM 25 Surabaya lebih mudah menyusun argumen, diperkenalkan rumus P-A-S (Pendapat - Alasan - Simpulan). Melalui rumus ini, siswa diajak untuk:

  • Pernyataan Masalah (P): Menentukan apa yang ingin dibahas.
  • Alasan/Argumen (A): Menjelaskan mengapa mereka memiliki pandangan tersebut.
  • Simpulan/Saran (S): Menutup tulisan dengan pernyataan yang kuat.

​Beberapa topik menarik pun dijadikan bahan praktik, mulai dari perdebatan mengenai penggunaan seragam sekolah hingga kebijakan membawa ponsel ke sekolah.

​Teknik 5W+1H untuk Merangkai Cerita

​Selain opini, jurnalis cilik MIM 25 Surabaya juga dibekali teknik menulis narasi atau cerita, baik berdasarkan pengalaman pribadi maupun imajinasi. Dengan panduan unsur 5W+1H (Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana), siswa dipandu menyusun struktur cerita yang lengkap, meliputi:

  1. Awal (Pengenalan): Mengenalkan tokoh dan latar kejadian.
  2. Tengah (Masalah): Menceritakan konflik atau kejadian seru yang dialami.
  3. Akhir (Penyelesaian): Bagaimana masalah tersebut dapat terselesaikan.

​Pesan Pembina Jurnalis Cilik

​Pembina Jurnalis Cilik MIM 25 Surabaya, Pak Yudha, menekankan bahwa menulis adalah keterampilan dasar yang sangat penting untuk melatih logika berpikir anak.

​"Kami ingin anak-anak tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga terampil dalam menuangkan isi kepala mereka ke dalam bentuk tulisan. Dengan rumus P-A-S dan pola narasi yang benar, anak-anak belajar berpikir kritis saat beropini dan belajar runtut saat bercerita. Menulis adalah cara mereka berbicara kepada dunia," ujar Pak Yudha di sela-sela kegiatan.

 

​Melalui Kelas Jurnalistik ini, MIM 25 Surabaya berharap dapat melahirkan generasi jurnalis cilik yang kritis, kreatif, dan mampu menghasilkan karya tulis yang berkualitas serta bermanfaat bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.

Baca Lainnya