Festival Kasih Nusantara 2025, Jawaban Elegan Kemenag dalam Merawat Toleransi Tanpa Polemik
yupan
Rabu, 31 Desember 2025 05:10 WIB
Jakarta, eNews – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menjadi saksi sejarah baru dalam perjalanan moderasi beragama di Indonesia. Pada Senin (29/12/2025), Kementerian Agama (Kemenag) RI sukses menyelenggarakan acara puncak bertajuk “Festival Kasih Nusantara 2025”. Acara yang sempat memicu diskusi publik ini berakhir dengan apresiasi luas berkat strategi kebudayaan yang cerdas dan inklusif.
Di bawah kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kemenag berhasil menepis keraguan publik melalui pendekatan yang presisi. Kunci kesuksesan ini terletak pada pemilihan diksi dan format acara yang memisahkan antara wilayah teologis dan wilayah kebangsaan.
Diksi Budaya untuk Persatuan Bangsa
Keputusan Kemenag menggunakan nama “Festival Kasih Nusantara” alih-alih “Natal Bersama” dinilai sebagai langkah jenius. Pemilihan nama ini menegaskan bahwa acara tersebut adalah hajatan budaya dan kebangsaan, sehingga terhindar dari ambiguitas atau kekhawatiran akan pencampuran ritual ibadah lintas iman.
Strategi “Masterclass” dalam manajemen keberagaman juga terlihat dari pembagian sesi acara. Kemenag memisahkan sesi ibadah sakral yang dilakukan secara tertutup khusus bagi umat Kristiani, dengan sesi seremonial yang terbuka bagi semua tokoh agama.
Hasilnya, para tokoh dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), hingga Muhammadiyah dapat duduk berdampingan dengan nyaman. Mereka hadir bukan untuk mengikuti ritual agama lain, melainkan untuk merayakan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.
Kemenag Sebagai Rumah Semua Agama
Kesuksesan festival ini menjadi sinyal kuat transformasi identitas Kementerian Agama. Meski secara historis memiliki kedekatan dengan umat Islam, Kemenag kini membuktikan diri sebagai institusi negara yang mampu menjadi pengayom bagi seluruh rakyat yang dibiayai oleh pajak.
Pemandangan para tokoh lintas agama bergandengan tangan di panggung TMII untuk menyanyikan lagu kebangsaan menjadi simbol kemenangan logika persatuan. Kemenag telah mendeklarasikan dirinya sebagai “Rumah Semua Agama” tanpa harus mengorbankan prinsip akidah masing-masing pemeluknya.
Menatap Keadilan yang Konsisten di 2026
Keberhasilan “Festival Kasih Nusantara” kini menetapkan standar tinggi bagi kinerja Kemenag di masa depan. Publik mencatat bahwa negara mampu memfasilitasi perayaan besar agama dengan megah dan penuh hormat.
Menyongsong tahun 2026, tantangan konsistensi kini menanti. Kesuksesan serupa diharapkan dapat diwujudkan dalam perayaan besar agama lainnya, seperti Imlek, Nyepi, dan Waisak. Jika standar kemeriahan dan penghormatan yang sama dapat diberikan secara merata, maka predikat Kemenag sebagai pengayom seluruh umat akan benar-benar paripurna.
“Festival Kasih Nusantara” telah membuktikan bahwa niat baik yang dikelola dengan strategi yang tepat akan menghasilkan kedamaian yang indah bagi warna-warni Indonesia. (Ubaidillah Rofanda)
Baca Lainnya
Refleksi Isra Mi’raj di Masjid Al Azhar Surabaya, Mentransformasi Ritual Shalat Menjadi Integritas dan Kepedulian Sosial
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 20 Jam
Spemgalas Hidupkan Spirit Isro’ Mi’raj di Kaza City Mall, Jaga Iman dari Derasnya Arus Media Sosial
- 1 Suka .
- 0 Komentar .
- 20 Jam
Wujudkan Loyalitas, 50 Jamaah Berangkat Umrah Lewat KBIHU Muhammadiyah Surabaya
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 3 Hari
Pantau Ibadah Malam Natal, Forkopimda Boyolali Pastikan Wilayah Aman dan Kondusif
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 21 Hari
Mengapa Perspektif Islam tentang Natal Penting bagi Moderasi Beragama ?
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 22 Hari
Sinergi TNI-Polri dan Gegana Amankan Gereja di Surabaya Jelang Puncak Natal 2025
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 23 Hari
Jaga Hati Santri dari Jeratan Gadget, PPTQ Ahmad Dahlan Ponorogo Gelar Parenting Sinergi Generasi Qur’an
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 25 Hari
Memperkuat Hafalan di Tengah Keindahan Alam: Baitul Huffadz MI Muhammadiyah 25 Surabaya Gelar Tadabbur Alam
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Generasi Muda Garda Terdepan: PRM Ngagel Rejo Gelar Kajian Inspiratif, Tekankan Pemuda Harus Jadi Pelopor
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
