LDK PP Muhammadiyah di Baitul Arqom Sawahan: "Dakwah Jangan Hanya Berhenti di Mimbar Masjid"

yupan
Selasa, 17 Februari 2026 11:19 WIB
Ketua Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, M.Ag, ketika memberikan materi. (Yuda/eNews)

Surabaya, eNews - Semangat pembaruan dakwah mewarnai kegiatan Baitul Arqom yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sawahan di Hotel Great Diponegoro, Selasa (17/2/2026).

Dalam momentum tersebut, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, M.Ag, memberikan orasi pembekalan yang menggugah kesadaran para kader untuk memperluas jangkauan dakwah mereka.

Dakwah Kontekstual dan Lintas Batas

​Dalam sesi materi yang berlangsung selama dua jam, Muchamad Arifin menekankan bahwa tantangan zaman menuntut gerak dakwah yang lebih berani dan luas. Ia mengingatkan agar para dai tidak terjebak dalam rutinitas dakwah seremonial yang hanya terbatas di dalam masjid.

​"Bergeraklah, berdakwah lah memberikan pencerahan kepada siapa saja dan di mana saja. Dakwah bukan hanya di mimbar dan bukan hanya di dalam masjid," tegasnya.

​Ia pun memaparkan bahwa ladang dakwah yang sebenarnya terbentang luas di luar sana, mulai dari komunitas hobi, kelompok marginal, hingga masyarakat di pelosok pedalaman. 

Menurutnya, di sinilah peran kader Muhammadiyah diuji untuk hadir dan membersamai masyarakat dalam realitas keseharian mereka.

Pendekatan Strategis dan Aplikatif

​Materi yang disajikan terasa hidup karena didukung dengan penggunaan multimedia yang atraktif serta berbagi pengalaman nyata dari lapangan. Muchamad Arifin berbagi kisah sukses dan tantangan saat membina berbagai komunitas dakwah, yang membuat para peserta larut dalam diskusi strategi yang aplikatif.

​Ia mengakui bahwa menjadi Dai Komunitas tidaklah mudah, karena memerlukan:
Pertama, ​Keberanian untuk memulai di lingkungan baru.

Kedua, ​Kesabaran ekstra dalam proses pembinaan.

Ketiga, ​Pengorbanan waktu serta sumber daya yang tidak sedikit.

​"Namun, ketika dakwah itu berhasil menyentuh hati dan mengubah kehidupan, ada kepuasan batin yang tidak ternilai. Di situlah kita merasakan bahwa dakwah benar-benar hidup," pungkasnya.

Baca Lainnya