Perkuat Karakter Pendidik, PCM Mulyorejo Gelar Darul Arqom dan Studi Tiru di Kota Batu

yupan
Senin, 9 Februari 2026 19:00 WIB
Istimewa

 

Malang, eNews – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mulyorejo, Surabaya, menggelar kegiatan Darul Arqom di Hotel Mutiara Baru, Kota Wisata Batu. Acara yang berlangsung sejak Ahad (08/02/2026) ini dihadiri oleh seluruh guru dan karyawan dari SDM 8, SDM 18, SMPM 10, hingga SMAM 7 Surabaya.

​Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, agenda kali ini mengusung konsep penyegaran (refresing) sekaligus penguatan kompetensi melalui kolaborasi materi ideologi dan studi tiru ke sekolah-sekolah Muhammadiyah unggulan di wilayah Batu dan Malang.

Meluruskan Niat, Membangun Peradaban

​Ketua PCM Mulyorejo, Najib Sulhan, dalam sambutannya menekankan pentingnya bagi para pendidik untuk senantiasa "menata hati" sebelum mendidik siswa. Ia menyebut profesi guru bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan tugas suci.

​"Guru adalah pengukir dan pemahat peradaban. Di tangan Bapak dan Ibu guru, masa depan bangsa dibangun. Karena profesi ini mulia di hadapan Allah, maka jaga selalu kemuliaan itu dengan berpikir dan bertindak positif," pesan Najib Sulhan di hadapan para peserta.

 

Kepatuhan Organisasi sebagai Kunci Keberhasilan

​Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Drs. Muhammad Luthfi, M.Pd. Dalam arahannya, beliau menitikberatkan pada aspek kedisplinan berorganisasi. Menurutnya, Muhammadiyah dapat terus besar dan berkembang karena adanya garis kepatuhan yang jelas dari tingkat ranting hingga pusat.

​"Keberhasilan bermuhammadiyah itu terletak pada kepatuhan. Majelis harus patuh pada aturan yang disepakati, begitu juga struktur pimpinan di tiap tingkatan," tegasnya.

Meneladani Role Model Pendidikan Rasulullah

​Tak hanya membuka acara, Muhammad Luthfi juga menjadi narasumber pertama dengan membawakan tema menarik: "Role Model Pendidikan ala Rasulullah." Dalam sesi interaktif, para guru diajak memetakan tujuh karakter Rasulullah sebagai pendidik dan mengerucutkannya menjadi tiga prioritas utama.

​Setidaknya, ada empat poin penting yang dirumuskan bagi guru Muhammadiyah dalam sesi tersebut:

  1. Menjaga tauhid dengan kokoh.
  2. Menjaga aib sesama dan saling menasihati dalam kebaikan.
  3. Menghindari penyakit hati seperti iri dan dengki.
  4. Menjadi teladan utama (uswah) bagi murid maupun rekan sejawat.

Inovasi Kegiatan: Studi Tiru

​Ketua Panitia, Rahmad Zulkarnain, mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan sesuai rencana. "Tahun ini kami buat berbeda atas amanat pimpinan. Hari pertama kami fokus pada penguatan materi di aula, dan hari kedua kami akan melakukan studi tiru ke AUM di Batu untuk menyerap praktik-praktik terbaik (best practices) yang bisa diterapkan di Mulyorejo," jelasnya.

​Dengan semangat kebersamaan ini, Darul Arqom PCM Mulyorejo diharapkan mampu melahirkan tenaga pendidik yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas ideologi Muhammadiyah yang kuat.

Baca Lainnya