Perkuat Jejaring Global, Direktur Smamita Kunjungi Konjen China Bahas Kerja Sama Pendidikan Guangzhou

yupan
Rabu, 11 Februari 2026 04:44 WIB
Wakil Ketua PWM Jawa Timur Ir. Tamhid Masyhudi beserta Direktur Smamita Edwin Yogi Laayrananta, MIKom kunjungi Konjen China bahas kerja sama Pendidikan Guangzhou (Bimas/eNews)

 

Sidoarjo, eNews - Komitmen SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) dalam memperluas jejaring pendidikan internasional kembali ditunjukkan. Direktur Smamita bersama jajaran pimpinan melakukan kunjungan resmi ke Kantor Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (Konjen China) di Surabaya untuk membahas progres kerja sama pendidikan dengan Kota Guangzhou, Senin (9/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat dan konstruktif tersebut menjadi langkah strategis Smamita dalam membuka peluang kolaborasi global, khususnya di bidang pendidikan lintas negara.

Hadir dalam rombongan Direktur Smamita Edwin Yogi Laayrananta, MIKom, didampingi Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Ir. Tamhid Masyhudi, Sekretaris PCM Sepanjang Isa Haji Sulaiman, S.T., Wakil Kepala Humas Muhammad Ikhuwan, S.Pd., Wakil Kepala Kesiswaan Wahyu Bimas Kurniasandi, S.Ikom., serta sejumlah dewan guru.

Dalam kesempatan tersebut, Edwin Yogi memaparkan berbagai capaian awal kerja sama sekaligus rencana tindak lanjut yang tengah disiapkan Smamita. Kerja sama dengan Guangzhou diarahkan pada penguatan pembelajaran lintas budaya, pengenalan sistem pendidikan internasional, serta peningkatan kompetensi global peserta didik.

“Kami ingin memastikan bahwa siswa Smamita tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki perspektif global dan kesiapan menghadapi tantangan dunia internasional,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ir. Tamhid Masyhudi menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dengan sekolah, tetapi juga dengan institusi kesehatan di Guangzhou. Hal ini sejalan dengan pengembangan International Class yang dimiliki Smamita.

“Harapannya, siswa Smamita memiliki kesempatan belajar di China, bahkan melanjutkan studi di sana. Ke depan, guru juga diharapkan bisa mengikuti program belajar atau magang internasional,” tuturnya.

Guangzhou dipilih karena dikenal sebagai pusat perdagangan dan pendidikan dengan jarak yang relatif dekat dari Indonesia, serta memiliki kemajuan pesat di berbagai sektor strategis.

Rencananya, pada April mendatang rombongan Smamita akan berkunjung langsung ke Guangzhou untuk mengikuti Canton Fair 2026. Momentum tersebut diharapkan menjadi pintu masuk untuk merealisasikan kerja sama yang telah dirintis.

Konsul Jenderal China di Surabaya, Ye Su, menyambut positif inisiatif Smamita. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah kota di China telah mengembangkan teknologi kesehatan berbasis kecerdasan buatan, meski diperlukan koordinasi lanjutan dengan otoritas di Guangdong untuk memastikan implementasinya.

Pihak Konjen China juga mengapresiasi langkah Smamita yang proaktif menjalin hubungan dengan institusi pendidikan di Guangzhou, salah satu pusat pendidikan dan ekonomi terkemuka di Tiongkok.

Dalam diskusi tersebut, turut dibahas peluang pengembangan program lanjutan, seperti pertukaran pelajar dan guru, kelas kolaboratif daring, pengenalan bahasa dan budaya China, hingga kunjungan akademik di masa mendatang.

Kunjungan ini sebagai komitmen Smamita sebagai sekolah yang adaptif, visioner, dan terbuka terhadap kolaborasi global. Melalui kerja sama pendidikan internasional, Smamita terus berupaya mencetak generasi pelajar yang berkarakter, berdaya saing global, serta siap menjadi duta budaya bangsa di kancah dunia. (Nashiiruddin)

Baca Lainnya