Perkuat Konektivitas Maritim, Terminal Teluk Lamong Bukukan Arus Petikemas 2,8 Juta TEUs di Tahun 2025

Armand
Jumat, 9 Januari 2026 21:51 WIB
Istimewa

 

Surabaya, eNews – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menutup tahun 2025 dengan capaian gemilang di sektor logistik maritim. Anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas ini berhasil membukukan total arus petikemas sebesar 2.827.256 TEUs, meningkat 6% dibandingkan perolehan tahun 2024 yang sebesar 2.673.125 TEUs.

​Angka tersebut merupakan akumulasi performa dari tiga terminal di bawah manajemen TTL, yakni TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian. Keberhasilan ini dipandang sebagai manifestasi meningkatnya kepercayaan global terhadap TTL sebagai hub perdagangan strategis di Jawa Timur, yang selaras dengan tren resiliensi ekonomi nasional tahun 2025.

​Lonjakan Layanan Internasional

​TPK Teluk Lamong mencatatkan performa ekspansif, terutama pada layanan petikemas internasional yang melonjak hingga 25%. Arus internasional meningkat dari 306.030 TEUs pada 2024 menjadi 382.612 TEUs pada 2025.

​Pertumbuhan signifikan ini dipicu oleh:

  • ​Pelayanan terhadap 34 unit kapal petikemas adhoc.
  • ​Penambahan 5 layanan baru (new service) pelayaran internasional sepanjang tahun 2025.
  • ​Dominasi komoditas ekspor manufaktur seperti produk kimia, komponen elektronik, furnitur, serta impor bahan baku industri.

​Penguatan Rute Domestik dan Logistik Nasional

​Di sektor domestik, dua terminal lainnya juga menunjukkan tren positif yang memperkuat konektivitas antar-pulau:

  • TPK Nilam: Mencatat pertumbuhan 12% (dari 437.211 TEUs menjadi 490.878 TEUs). Capaian ini didorong tingginya permintaan barang konsumsi (FMCG), semen, dan produk besi baja ke wilayah Kalimantan dan Sulawesi.
  • TPK Berlian: Tumbuh sebesar 3% (dari 1.344.223 TEUs menjadi 1.386.570 TEUs). Terminal ini memainkan peran kunci dalam distribusi pangan pokok dan bahan bangunan, terutama untuk rute Makassar dan wilayah Indonesia Timur, guna mendukung visi ketahanan pangan 2025.

​Inovasi dan Transformasi Layanan

​Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa operasional yang prima menjadi dasar kepercayaan pengguna jasa.

​"TTL akan terus bertransformasi dan melakukan inovasi untuk mewujudkan kualitas layanan prima. Kami akan memperluas sinergi dan optimalisasi konektivitas logistik melalui integrasi layanan pelabuhan yang komprehensif," tegas David.

 

​Menyongsong tahun 2026, PT TTL menyatakan kesiapannya menghadapi tantangan logistik Jawa Timur melalui integrasi infrastruktur unggul dan sistem digitalisasi terminal. Perusahaan berkomitmen terus memberikan kepastian sandar dan kecepatan bongkar muat yang optimal demi kemajuan maritim Indonesia.

Baca Lainnya