Sambut Ramadan, Siswa SD Muhammadiyah 20 Surabaya Gelar Pawai Budaya dan Syiar Islam

yupan
Jumat, 13 Februari 2026 09:51 WIB
Kepala SD Muhammadiyah 20 Surabaya, Sutiyah, S.Pd. ketika membuka agenda Syiar Ramadan di Tugu Pahlawan. (Yuda/eNews)

Surabaya, eNews - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, ratusan siswa SD Muhammadiyah 20 Surabaya memeriahkan kawasan Tugu Pahlawan dengan kegiatan bertajuk "Syiar Ramadan", Jumat (13/2). Acara ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa gembira dan antusiasme anak-anak dalam menyambut bulan penuh berkah.

Pawai dan Syiar di Jantung Kota

​Kegiatan dimulai dengan pawai jalan sehat yang melintasi ikon sejarah Kota Surabaya, Tugu Pahlawan. Rombongan pawai sempat berhenti di depan Kantor Gubernur Jawa Timur untuk menyanyikan lagu-lagu religi islami yang populer di kalangan anak-anak.


Pawai jalan sehat yang melintasi ikon sejarah Kota Surabaya, Tugu Pahlawan. (Yuda/eNews)

​Kepala SD Muhammadiyah 20 Surabaya, Sutiyah, S.Pd., menjelaskan bahwa inti dari kegiatan ini adalah menanamkan semangat positif melalui jargon yang diusung sekolah.

​"Jargon kami adalah 'Arek Kreatif, Boys, Anti Mokel'. Artinya, anak-anak kami siapkan untuk menjalani Ramadan dengan penuh kreativitas dan komitmen untuk berpuasa penuh," ujar Sutiyah.

Agenda Sosial dan Kreativitas

​Tak hanya sekadar pawai, para siswa juga dibekali dengan buku "Daily Ramadan" untuk mencatat seluruh aktivitas ibadah mereka selama sebulan penuh. Selain itu, sisi kepedulian sosial juga diasah melalui program menghias kaleng infak.

​Hasil dari infak tersebut akan disalurkan dalam bentuk 450 paket sembako pada kegiatan Bakti Sosial (Baksos) yang rencananya digelar pada 12 Maret mendatang. Sasaran bantuan adalah warga sekitar sekolah serta keluarga siswa yang membutuhkan (duafa).

Edukasi Sunnah dan Sejarah

​Dalam aksi turun ke jalan ini, para siswa juga membagikan suvenir unik berupa alat potong kuku kepada pengguna jalan. Aksi ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai edukasi untuk menjalankan sunnah Rasulullah SAW, yakni menjaga kebersihan diri (memotong kuku) sebelum memasuki bulan Ramadan.


Para siswa juga membagikan suvenir unik berupa alat potong kuku kepada pengguna jalan. (Yuda/eNews)

​Acara yang diikuti oleh sekitar 397 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, serta 80 guru dan karyawan ini juga menggandeng 16 siswa dari TK Aisyiyah 8 sebagai bentuk pembinaan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan edukasi ke Museum Tugu Pahlawan untuk melestarikan rasa cinta terhadap cagar budaya bangsa.

Harapan untuk Generasi Emas

​Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap dapat mencetak "Generasi Islami Emas" yang selalu menyambut Ramadan dengan sukacita, bukan sebagai beban.
​"Kami ingin semangat ini melekat pada diri anak-anak hingga mereka dewasa nanti, sehingga Ramadan selalu menjadi momen yang dinanti-nanti," pungkasnya.

Baca Lainnya