Tingkatkan Soliditas Pelayanan, Kodim 0724/Boyolali Gembleng Petugas Haji 2026 dengan Pola Semi-Militer

Agus Suyono
Rabu, 11 Februari 2026 17:58 WIB
Istimewa

 

Boyolali, eNews – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Kementerian Haji dan Umroh melakukan terobosan dalam menyiapkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jawa Tengah Tahun 2026. Bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), para petugas dibekali pendidikan dan pelatihan (diklat) berpola semi-militer di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Rabu (11/02/2026).

​Langkah ini diambil untuk membentuk karakter petugas yang tangguh, disiplin, dan memiliki loyalitas tinggi dalam satu rantai komando, mengingat beban kerja di Tanah Suci yang sangat kompleks.

Membangun Kekompakan Lewat Kedisiplinan

​Kodim 0724/Boyolali, sebagai satuan yang ditunjuk sebagai instruktur, menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar urusan fisik. Pasi Ops Kodim 0724/Boyolali, Kapten Inf Muslih, menjelaskan bahwa materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) menjadi instrumen utama untuk membangun kohesivitas antarpersonel.

​"Tujuan utamanya adalah membentuk tim yang solid. Melalui baris-berbaris, tercipta hubungan yang kompak. Saat ada perintah, semua bergerak serentak. Inilah dasar dari kerja sama tim yang kuat di lapangan nanti," ujar Kapten Inf Muslih.

Menepis Military Phobia

​Kapten Muslih juga menegaskan bahwa pendekatan semi-militer ini tidak bertujuan menciptakan suasana kaku atau menakutkan. Sebaliknya, pola ini diadopsi untuk menanamkan nilai profesionalisme, ketegasan, dan tanggung jawab yang terukur.

​"Istilah military phobia atau ketakutan terhadap hal berbau militer harus dihilangkan. Yang kita ambil adalah nilai-nilai positifnya untuk manajemen pelayanan publik yang lebih tertata dan responsif," tambahnya.

 

Pelayanan Humanis dan Terukur

​Meski melibatkan instruktur militer, seluruh rangkaian pelatihan dipastikan tetap mengedepankan sisi humanis. Pembinaan mental dan fisik dilakukan secara seimbang agar para petugas tetap memiliki empati tinggi saat melayani jemaah haji, namun tetap sigap dalam menghadapi situasi darurat atau tekanan tinggi di lapangan.

​Melalui diklat ini, PPIH Jawa Tengah diharapkan mampu menjadi garda terdepan yang profesional, sigap, dan penuh dedikasi dalam melayani tamu Allah di Tanah Suci sepanjang musim haji 2026.

Baca Lainnya