Sinergi KAI-Pemerintah Perkuat Koridor Sukabumi–Bogor–Cianjur: Penumpang Naik Pesat, Ekonomi Wilayah Terangkat

yupan
Kamis, 5 Februari 2026 19:09 WIB
Istimewa

 

Jakarta, eNews – Kolaborasi antara penyediaan prasarana oleh Pemerintah dan keandalan operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) kini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Barat. Stasiun Sukabumi berhasil dikembangkan menjadi simpul strategis yang menghubungkan Bogor, Cianjur, hingga Bandung Barat, menciptakan ekosistem transportasi yang inklusif dan berkelanjutan.

​Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa keselarasan antara prasarana dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub dan layanan KAI adalah kunci dari efektivitas mobilitas regional ini.

Lonjakan Penumpang: Bukti Kepercayaan Masyarakat

​Efektivitas konektivitas ini tercermin nyata dari pertumbuhan volume penumpang yang sangat signifikan di Stasiun Sukabumi dalam lima tahun terakhir:

  • 2021: 144.780 penumpang (masa pandemi).
  • 2023: 674.483 penumpang.
  • 2025: Mencapai 768.461 penumpang.

​Tren serupa terjadi pada pengguna Commuter Line di Stasiun Bogor yang melonjak dari 7,74 juta pengguna di tahun 2020 menjadi 18,20 juta pengguna pada tahun 2025. Angka-angka ini menunjukkan bahwa kereta api telah menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas harian.

Integrasi Fisik dan Layanan: Bogor Sebagai Gerbang Utama

​Salah satu pendukung utama kesuksesan koridor ini adalah integrasi fisik di Bogor. Keberadaan skybridge sepanjang 200 meter yang menghubungkan Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang memudahkan penumpang Commuter Line Jabodetabek untuk berpindah moda ke KA Pangrango menuju Sukabumi.

​Selain KA Pangrango, Stasiun Sukabumi juga melayani KA Siliwangi dengan relasi Sukabumi–Cipatat. Layanan ini menghubungkan Kabupaten Bandung Barat, Cianjur, hingga Kota/Kabupaten Sukabumi, memperluas jangkauan aktivitas sosial dan ekonomi warga di koridor tersebut.

Dampak Ekonomi: Dorong PDRB dan Sektor Usaha

​Konektivitas yang kuat ini memberikan dampak langsung pada perekonomian lokal. Data BPS menunjukkan perekonomian Kabupaten Sukabumi tumbuh 5,15 persen pada tahun 2024, dengan PDRB mencapai Rp88,14 triliun.

​"Akses yang semakin baik mendorong mobilitas tenaga kerja, penguatan usaha mikro dan kecil (UMKM), pergerakan pelajar, hingga pengembangan pariwisata daerah. Wilayah yang terhubung dengan baik akan berkembang lebih cepat," jelas Anne Purba.

Komitmen Keberlanjutan

​KAI berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan sementara pemerintah fokus pada kesiapan prasarana. Sinergi ini diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan perjalanan, tetapi juga menjadi solusi atas tantangan ketenagakerjaan dan pemerataan layanan publik di wilayah Jawa Barat bagian selatan.

​"Dukungan pemerintah dan peran KAI sebagai operator menjadikan kereta api sebagai pengungkit pembangunan wilayah yang berkelanjutan," tutup Anne.

Baca Lainnya