Tradisi Sadranan di Klego: Bersihkan Hati, Pererat Silaturahmi Sambut Ramadhan 1447 H

Agus Suyono
Selasa, 10 Februari 2026 08:20 WIB
Istimewa

 

Boyolali, eNews – Suasana khidmat menyelimuti halaman TPU Rogo Itu, Desa Sumber Agung, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali pada Senin (09/02). Ratusan warga berkumpul dalam tradisi pengajian Sadranan sebagai persiapan spiritual menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H yang jatuh pada tahun 2026 ini.

​Kegiatan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan menjadi momentum bagi warga untuk memperkuat iman sekaligus menjaga persatuan. Hadir di tengah-tengah warga, Babinsa Koramil 14/Klego Kodim 0724/Boyolali, Serda Ari Isnawan, menunjukkan sinergi kuat antara TNI dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya.

​Makna Spiritual dan Pembersihan Diri

​Dalam tausiyah yang disampaikan di hadapan sekitar 300 jamaah, penceramah menekankan filosofi mendalam dari "Sadranan". Berasal dari kata sodrun yang berarti dada, tradisi ini dimaknai sebagai upaya melapangkan dada untuk saling memaafkan dan membersihkan hati dari segala dosa sebelum memasuki bulan puasa.

​Selain sebagai sarana pembersihan diri, Sadranan menjadi wujud penghormatan kepada leluhur. Mendoakan mereka yang telah tiada diyakini sebagai jembatan spiritual yang menjaga hubungan antara yang hidup dan yang telah wafat.

​Sinergi Lintas Sektor di Desa Sumber Agung

​Kehadiran tokoh-tokoh penting dalam acara ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kerukunan warga. Selain Babinsa, tampak hadir pula:

  • ​Unsur Pemerintah Kecamatan Sambi.
  • ​Bhabinkamtibmas Polsek Andong.
  • ​Kepala Desa Sumber Agung beserta jajaran perangkat desa.
  • ​Tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda setempat.

​Apresiasi dari Pimpinan Koramil

​Secara terpisah, Danramil 14/Klego Lettu Inf Yance memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pengajian tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini adalah kunci dalam memelihara kondusivitas wilayah.

​"Pengajian Sadranan ini bukan hanya sarana meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, tetapi juga alat pemersatu bangsa. Kami berharap momentum ini mempererat komunikasi dan kebersamaan warga Klego dalam menjaga kerukunan," ungkap Lettu Inf Yance.

 

​Melalui pelestarian tradisi Sadranan, masyarakat Desa Sumber Agung tidak hanya menjaga warisan budaya bangsa, tetapi juga menunjukkan rasa cinta kepada Tanah Air melalui persatuan yang kokoh di tingkat akar rumput.

Baca Lainnya