Cegah DBD, Kader UKS MI Muhammadiyah 25 Surabaya Beraksi Jadi "Agen Perubahan" lewat SISMANTIK

yupan
Jumat, 30 Januari 2026 13:42 WIB
Istimewa

 

Surabaya, eNews – MI Muhammadiyah 25 Surabaya kembali mempertegas komitmennya sebagai madrasah sehat melalui program SISMANTIK (Siswa Pemantau Jentik). Bertempat di lingkungan sekolah, kegiatan yang digelar pada Jumat (30/01/2026) ini melibatkan kader UKS kelas enam sebagai garda terdepan pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

​Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–11.30 WIB ini tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, tetapi juga menjadi sarana penguatan karakter dan tanggung jawab bagi para siswa.

​Deteksi Dini di Area Rawan

​Dipandu oleh Ustadzah Diah Rahma, para kader UKS yang terdiri dari Diva, Alea, Afsen, Almira, Haidar, Erqy, Azka, dan Datuk, menyisir setiap sudut madrasah. Fokus utama mereka adalah memantau titik-titik rawan genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.

​Selain memantau jentik, para kader juga melakukan inspeksi mendalam terhadap kebersihan toilet madrasah. Hal ini dilakukan guna memastikan sanitasi sekolah tetap terjaga sesuai standar perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

​Pantau Tumbuh Kembang secara Berkala

​Selain agenda SISMANTIK, para kader turut melaksanakan pemeriksaan kesehatan rutin, meliputi:

  • Pengukuran Tinggi Badan (TB) dan Berat Badan (BB): Dilakukan setiap enam bulan sekali untuk memantau tumbuh kembang siswa secara akurat.
  • Praktik Cuci Tangan: Edukasi cara mencuci tangan yang benar sebagai langkah dasar pencegahan kuman.
  • Revitalisasi Ruang UKS: Menata ulang fasilitas kesehatan sekolah agar tetap rapi dan nyaman digunakan.

​Regenerasi dan Inspirasi dari Alumni

​Ada yang unik dalam kegiatan kali ini. Pihak madrasah menghadirkan Gabriel Pieter, alumni kader UKS yang kini duduk di kelas VIII SMP Muhammadiyah 15 Surabaya. Kehadiran "Mas Gabriel" bertujuan untuk memberikan motivasi dan berbagi pengalaman mengenai dasar-dasar kepanduan kesehatan.

​"Adek-adek sangat antusias dan kompak. Kegiatan ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran hidup sehat sejak dini sekaligus menyiapkan mental relawan bagi mereka," ujar Gabriel.

​Menjaga Kesehatan sebagai Wujud Akhlak

​Ustadzah Diah Rahma menekankan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar program kesehatan. Ada nilai religius dan karakter yang ingin ditanamkan kepada para siswa.

​“Kader UKS dilatih untuk memiliki kepedulian. Kami ingin mereka belajar bahwa menjaga kesehatan lingkungan bukan hanya soal kebersihan, tapi juga bagian dari ibadah dan akhlak mulia,” tuturnya.

 

​Melalui program SISMANTIK, MI Muhammadiyah 25 Surabaya sukses mengintegrasikan pendidikan kesehatan dengan pembinaan karakter keislaman. Para kader kini siap menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu menginspirasi teman sebaya untuk mewujudkan madrasah yang hebat dan beradab. (Islaha)

Baca Lainnya