Getar Ukhuwah di Subuh Wonorejo: Syaikh Asal Palestina Ajak Jamaah Masjid Al-Ikhlas Jemput Keberkahan Ramadan

yupan
Kamis, 19 Februari 2026 08:48 WIB
Istimewa

 

Surabaya, eNews – Suasana Subuh di Masjid Al-Ikhlas Wonorejo, Tegalsari, terasa begitu khidmat dan berbeda pada Kamis (19/02/2026). Puluhan jamaah telah memadati ruang utama masjid sejak dini hari, bukan hanya untuk menunaikan kewajiban shalat berjamaah, melainkan untuk menyambut kehadiran tamu istimewa, ulama asal Palestina, Syaikh Muhammad Syammallakh.

​Kehadiran beliau dalam memberikan Kultum Subuh ini merupakan bagian dari rangkaian syiar menjelang bulan suci Ramadan, yang terselenggara atas kolaborasi apik bersama Lazismu Kota Surabaya guna memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah umat.

Ramadan: Momentum Kebangkitan Jiwa

​Dalam tausiyahnya yang menyentuh hati, Syaikh Muhammad Syammallakh menekankan bahwa Ramadan adalah madrasah besar bagi umat Islam. Menurutnya, esensi puasa jauh melampaui sekadar menahan lapar dan dahaga.

​"Ramadan adalah bulan Al-Qur’an, bulan rahmat, ampunan, serta pembebasan dari api neraka. Ini adalah momentum pembinaan jiwa dan kebangkitan umat," ujar Syaikh Muhammad di hadapan jamaah yang menyimak dengan saksama.

​Ia juga mengingatkan bahwa persiapan menyambut bulan suci harus dimulai dari sekarang. "Siapa yang mempersiapkan dirinya sejak dini, maka ia akan meraih keberkahan yang berlipat ganda dan kembali kepada fitrah yang suci," imbuhnya.

Solidaritas untuk Palestina

​Di sela-sela pesannya tentang Ramadan, Syaikh Muhammad tidak lupa menyelipkan pesan kemanusiaan. Beliau mengingatkan bahwa kekuatan umat Islam terletak pada kepeduliannya terhadap sesama, terutama bagi saudara-saudara di Palestina yang hingga kini terus berjuang. Bagi beliau, doa dan dukungan nyata dari muslim di seluruh dunia—termasuk dari Surabaya—adalah kekuatan spiritual yang tak ternilai harganya.

Apresiasi dan Energi Ruhani

​Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tegalsari, Sofyan, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai kehadiran ulama internasional seperti Syaikh Muhammad memberikan dampak psikologis dan spiritual yang signifikan bagi warga Tegalsari.

​"Kehadiran Syaikh Muhammad Syammallakh memberikan energi ruhani yang luar biasa. Ini bukan sekadar pengajian rutin, melainkan momentum untuk membangun kesadaran umat akan pentingnya persiapan Ramadan sekaligus mempertebal empati kita terhadap perjuangan Palestina," tegasnya.

 

Doa untuk Dunia Islam

​Kegiatan ditutup dengan sesi doa bersama yang berlangsung haru. Jamaah menundukkan kepala, memohon keberkahan untuk bulan Ramadan yang akan datang serta keselamatan bagi umat Islam di berbagai belahan dunia, khususnya di bumi Palestina.

​Melalui kegiatan ini, jamaah Masjid Al-Ikhlas Wonorejo diharapkan tidak hanya pulang dengan ilmu baru, tetapi juga dengan tekad yang lebih kuat untuk menjadikan Ramadan tahun 2026 ini sebagai sarana transformasi diri menuju ketaqwaan yang hakiki.

(Bagas Avicienna Subagyo)

Baca Lainnya