Tarawih Perdana di Masjid Al-Kautsar Karangpoh: Najib Sulhan Ajak Jamaah "Melangitkan Harapan"

yupan
Kamis, 19 Februari 2026 08:44 WIB
Istimewa

 

Surabaya, eNews – Suasana khidmat dan penuh antusiasme menyelimuti Masjid Al-Kautsar, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karangpoh, Tandes, pada malam pertama Ramadan 1447 H (2026). Sebagai ranting termuda di bawah naungan PCM Tandes, tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi Masjid Al-Kautsar karena untuk pertama kalinya menyelenggarakan rangkaian shalat tarawih berjamaah.

​Meski bangunan masjid tidak terlalu besar, kebersihan dan keasrian nampak terjaga. Ada pemandangan unik yang mencuri perhatian jamaah, yakni fasilitas tempat wudhu yang menggunakan deretan gentong, memberikan nuansa tradisional yang sejuk di tengah hiruk-pikuk kota Surabaya.

Interaksi Hangat: Mencari Tujuan Hidup

​Pada kesempatan istimewa ini, takmir masjid menghadirkan Ketua PCM Mulyorejo, Najib Sulhan, sebagai imam sekaligus penceramah. Mengusung tema "Melangitkan Harapan di Bulan Mulia", Najib membuka ceramahnya dengan dialog interaktif yang memantik pemikiran jamaah.

​"Apa sesungguhnya tujuan hidup kita?" tanya Najib kepada jamaah yang memenuhi ruang utama. Pertanyaan mendasar ini dijawab beragam oleh jamaah, mulai dari urusan dunia hingga jawaban spiritual seperti "beribadah kepada Allah."

Visi dan Misi Kehidupan Seorang Mukmin

​Dalam uraiannya, Najib Sulhan membedah struktur kehidupan seorang muslim berdasarkan dua landasan ayat suci, yakni QS. Al-Hasyr: 18 dan QS. Al-Baqarah: 185.

  • Visi Kehidupan (Taqwa): Menjadi hamba yang bertaqwa adalah visi tertinggi. Najib menegaskan bahwa kebahagiaan sejati dan jaminan kemudahan urusan hanya diberikan Allah kepada mereka yang bertaqwa. "Semua persoalan akan diselesaikan oleh Allah, bahkan rezekinya pun dijamin dari sumber yang tidak disangka-sangka," tuturnya.
  • Misi Kehidupan (Ibadah): Untuk mencapai visi tersebut, misi yang harus dijalankan adalah ibadah yang dilandasi niat tulus. Ia mengingatkan bahwa tanpa niat karena iman dan mengharap rida Allah (iman wa ihtisaban), puasa dan qiyamul lail hanya akan menyisakan lapar dan dahaga tanpa ampunan dosa.

Kebahagiaan: Remote Control Ada di Hati

​Menutup ceramahnya, Najib menyitir QS. Al-Baqarah: 21 tentang doa sapu jagat untuk menjelaskan tujuan hidup, yakni kebaikan di dunia dan akhirat. Ia menekankan bahwa kebahagiaan tidak berkorelasi langsung dengan banyaknya harta atau tingginya jabatan.

​"Bahagia itu ada di setiap diri manusia. Remote control bahagia itu dipegang diri masing-masing, yakni hati yang bersandar kepada Allah. Itulah kebahagiaan sejati," pungkasnya.

 

Melangitkan Harapan

​Sebagai penutup rangkaian malam perdana tersebut, jamaah diajak untuk benar-benar memanfaatkan bulan Ramadan sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Najib mendorong jamaah untuk berani "melangitkan harapan" setinggi mungkin kepada Sang Pencipta, sembari meyakini bahwa setiap doa hamba yang bertaat pasti akan dikabulkan.

​Langkah awal Masjid Al-Kautsar Karangpoh ini diharapkan menjadi titik tolak bagi syiar Islam yang lebih luas dan bermakna bagi warga Tandes dan sekitarnya.

Baca Lainnya