Jalur Pekalongan Terendam Air, Kedatangan KA di Surabaya dan Malang Terlambat Hingga 5 Jam

Armand
Sabtu, 17 Januari 2026 12:18 WIB
Istimewa

 

Surabaya, eNews – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Pekalongan (Daop 4 Semarang) berdampak pada kelancaran arus transportasi kereta api menuju Jawa Timur. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya melaporkan sejumlah perjalanan KA dari arah Jakarta dan Bandung mengalami keterlambatan signifikan akibat genangan air yang merendam jalur utara.

​Dampak Cuaca Ekstrem di Jalur Utara

​Intensitas hujan yang sangat tinggi menyebabkan jalur kereta api di wilayah Pekalongan terendam, sehingga KAI harus melakukan rekayasa pola perjalanan dan pembatasan kecepatan demi menjamin keselamatan operasional.

​Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa penyesuaian operasional ini merupakan langkah wajib.

​“Aspek keselamatan adalah prioritas utama. Penambahan waktu tempuh terjadi karena pemeriksaan intensif pada jalur yang terdampak sebelum dilalui kereta,” ujar Mahendro.

 

​Daftar KA yang Mengalami Keterlambatan

​Hingga pukul 07.30 WIB, tercatat tiga perjalanan KA menuju wilayah Daop 8 mengalami keterlambatan cukup lama, dengan rentang waktu 200 hingga 300 menit (3–5 jam). Ketiga KA tersebut adalah:

  1. KA Argo Anjasmoro (Gambir - Surabaya Pasarturi)
  2. KA Harina (Bandung - Surabaya Pasarturi)
  3. KA Jayabaya (Pasarsenen - Malang)

​Keberangkatan dari Daop 8 Tetap Normal

​Meskipun kedatangan dari arah barat terhambat, operasional keberangkatan dari Surabaya dan Malang dilaporkan masih berjalan sesuai jadwal. Hingga pukul 09.00 WIB, sebanyak 18 perjalanan KA berangkat tepat waktu, yang terdiri dari:

  • 7 KA dari Stasiun Surabaya Pasarturi.
  • 6 KA dari Stasiun Surabaya Gubeng.
  • 5 KA dari Stasiun Malang.

​Langkah Mitigasi dan Kompensasi Pelanggan

​KAI Daop 8 Surabaya telah mengambil langkah-langkah strategis untuk menangani situasi ini:

  • Service Recovery: Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI memberikan kompensasi berupa service recovery (makanan/minuman) kepada penumpang yang terdampak sesuai dengan aturan yang berlaku.
  • Koordinasi BMKG: KAI terus memantau prakiraan cuaca terkini dari BMKG sebagai dasar upaya antisipasi cuaca ekstrem di wilayah operasional Daop 8.
  • Normalisasi Jalur: Koordinasi intensif dilakukan antar unit untuk mempercepat normalisasi perjalanan seiring membaiknya kondisi cuaca di lapangan.

​Pihak KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan. "Kami berterima kasih atas kesabaran pelanggan. KAI terus berupaya maksimal agar perjalanan kereta api dapat kembali normal, aman, dan selamat," pungkas Mahendro.

Baca Lainnya