Pariwisata Berkelanjutan, Kunjungan Wisman Pengguna Kereta Api Tembus 694 Ribu di 2025

yupan
Rabu, 14 Januari 2026 04:48 WIB
Istimewa

 

Jakarta, eNews – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan rapor hijau dalam mendukung sektor pariwisata nasional. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 694.123 wisatawan mancanegara (wisman) memilih kereta api jarak jauh sebagai moda transportasi utama mereka. Angka ini meningkat 3,7 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 669.226 wisatawan.

Tren Pertumbuhan dan Kepercayaan Global

​Data KAI menunjukkan tren kenaikan konsisten dalam empat tahun terakhir, yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap layanan transportasi rel di Indonesia:

  • 2022: 300.708 wisman
  • 2023: 580.995 wisman
  • 2024: 669.226 wisman
  • 2025: 694.123 wisman

​Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar angka perjalanan, melainkan bukti nyata kontribusi KAI terhadap devisa negara dan mobilitas rendah emisi.

​"Setiap wisman yang naik kereta api membawa potensi ekonomi melalui belanja wisata di daerah tujuan. Di sisi lain, mereka turut mendukung pariwisata ramah lingkungan dengan menekan jejak karbon perjalanan," ungkap Anne.

Puncak Musim Liburan dan Destinasi Favorit

​Aktivitas wisman tertinggi terjadi pada bulan Juli (89.526 pelanggan) dan Agustus (89.116 pelanggan), bertepatan dengan musim liburan internasional. Berdasarkan data keberangkatan, stasiun-stasiun di kota budaya dan pariwisata masih menjadi primadona.

10 Stasiun Keberangkatan Wisman Tertinggi 2025:

  1. Yogyakarta: 126.768 wisatawan
  2. Gambir (Jakarta): 114.877 wisatawan
  3. Bandung: 70.271 wisatawan
  4. Pasar Senen (Jakarta): 38.669 wisatawan
  5. Surabaya Gubeng: 31.713 wisatawan
  6. Malang: 25.874 wisatawan
  7. Semarang Tawang: 23.695 wisatawan
  8. Probolinggo: 20.540 wisatawan
  9. Surabaya Pasar Turi: 14.798 wisatawan
  10. Solo Balapan: 13.566 wisatawan

Mendorong Ekonomi Daerah dan Net Zero Emission

​Konektivitas kereta api memastikan belanja wisatawan tidak hanya terpusat di ibu kota, tetapi mengalir hingga ke daerah-daerah melalui sektor perhotelan, UMKM, dan kuliner di sekitar stasiun.

​Selain dampak ekonomi, penggunaan kereta api massal sejalan dengan komitmen Indonesia menuju Net Zero Emission 2060. Sebagai moda transportasi massal, kereta api menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi atau pesawat untuk jarak menengah, sehingga memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata hijau yang peduli lingkungan.

Visi Mendatang

​Menatap tahun-tahun ke depan, KAI berkomitmen terus memperkuat ekosistem pariwisata melalui:

  • ​Peningkatan kualitas layanan dan digitalisasi perjalanan.
  • ​Penguatan integrasi antarmoda menuju destinasi wisata unggulan.
  • ​Transformasi sebagai operator berdaya saing global yang mendukung pariwisata berkelanjutan.

​"Kereta api memastikan manfaat devisa pariwisata mengalir hingga ke daerah tujuan, memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus menjaga bumi," pungkas Anne.

Baca Lainnya