Kereta Api Jadi Idola Turis Asing, Ribuan Wisatawan Mancanegara Pilih Transportasi Hijau di Daop 8 Surabaya

Armand
Jumat, 2 Januari 2026 18:34 WIB
Istimewa

 

Surabaya, eNews – Tren pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) mulai menjangkiti wisatawan mancanegara (WNA) yang berkunjung ke Pulau Jawa. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya mencatat sebanyak lebih dari 3.500 turis asing memilih moda transportasi kereta api untuk menjelajahi berbagai destinasi unggulan selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

​Berdasarkan data periode 18 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, tercatat sebanyak 3.504 penumpang WNA menggunakan layanan kereta api. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 6,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berjumlah 3.299 penumpang.

​Kereta Api Sebagai Gaya Hidup Ramah Lingkungan

​Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan bahwa peningkatan ini menjadi sinyal positif diterimanya prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam transportasi publik di Indonesia.

​“Bagi wisatawan mancanegara, kereta api bukan sekadar alat transportasi, tetapi bagian dari pengalaman menjelajah Indonesia secara berkelanjutan. Kereta api menawarkan perjalanan yang aman, tepat waktu, dan memiliki emisi karbon yang jauh lebih rendah,” ujar Mahendro, Jumat (2/1).

​Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, dan Stasiun Malang menjadi titik keberangkatan utama para turis asing ini. Adapun destinasi favorit mereka mencakup kota-kota pusat budaya dan alam seperti Yogyakarta, Jakarta, Semarang, Bandung, dan Banyuwangi.

​Dampak Ekonomi dan Konektivitas Terpadu

​Selain aspek lingkungan, konektivitas kereta api yang terintegrasi terbukti mampu memperpanjang waktu kunjungan wisatawan di satu daerah. Hal ini berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, hingga UMKM di sekitar stasiun.

​“Dengan jaringan yang saling terhubung, wisatawan dapat menjangkau lebih banyak destinasi dalam satu perjalanan. Dampaknya, perputaran ekonomi daerah semakin meluas,” tambah Mahendro.

​Update Volume Penumpang Nataru: Tiket Tersisa 7,5 Persen

​Memasuki H+1 Tahun Baru 2026, volume penumpang di Daop 8 Surabaya masih terpantau sangat tinggi. Hingga Jumat (2/1) pukul 10.00 WIB, tercatat sebanyak 42.013 penumpang menggunakan layanan KA, dengan rincian 19.789 penumpang berangkat dan 22.224 penumpang tiba.

​Secara akumulatif sejak awal Posko Nataru (18 Desember), KAI Daop 8 telah melayani total 811.470 penumpang. Tingkat keterisian tempat duduk pun hampir mencapai batas maksimal.

​"Penjualan tiket saat ini sudah mencapai 92,5 persen atau sebanyak 415.330 tiket dari total kapasitas 449.352 kursi yang kami sediakan. Artinya, masih tersisa sekitar 34.022 tempat duduk yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan hingga akhir masa angkutan Nataru," jelas Mahendro.

​Beberapa rangkaian kereta api yang menjadi primadona masyarakat antara lain:

  • KA Argo Semeru (Surabaya Gubeng – Gambir)
  • KA Jayabaya (Malang – Surabaya – Pasar Senen)
  • KA Sancaka (Surabaya Gubeng – Yogyakarta)
  • KA Ambarawa Ekspres & KA Probowangi

​KAI Daop 8 Surabaya mengimbau bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan di sisa masa libur Nataru agar segera melakukan pemesanan melalui kanal resmi KAI Access atau mitra resmi lainnya untuk memastikan ketersediaan tiket.

Baca Lainnya