Jaring Atlet Muda Profesional, K3S SD/MI Muhammadiyah Surabaya Gelar Aksi Spotic 2026 di Unesa

yupan
Jumat, 9 Januari 2026 13:41 WIB
Sambutan ustadz Rohim, Sekretaris K3S SD/MI Muhammadiyah Surabaya. (Istimewa)

 

Surabaya, eNews – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya resmi memulai rangkaian kompetisi bergengsi "Aksi Spotic 2026". Pada hari pertama, Jumat (9/1/2026), fokus kegiatan tertuju pada cabang olahraga atletik dan panahan yang digelar di Lapangan Atletik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Lidah Wetan.

​Sekretaris K3S SD/MI Muhammadiyah Surabaya, Ustadz Rohim, menjelaskan bahwa, pemilihan lokasi berskala nasional ini bukan tanpa alasan. Panitia ingin memberikan pengalaman profesional bagi para siswa sejak dini.

​Menjaring Bibit Unggul di Lintasan Nasional

​Kegiatan hari ini diikuti oleh perwakilan dari 28 sekolah SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya. Setiap sekolah mengirimkan atlet terbaiknya untuk berlaga di beberapa kategori, antara lain:

  • Atletik: Nomor Sprint (putra dan putri) serta nomor Estafet.
  • Panahan: Kategori putra dan putri.

​“Kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa jika ingin menjadi atlet sesungguhnya, maka latihannya harus di tempat yang profesional. Unesa adalah tempat berkumpulnya atlet-atlet nasional, sehingga ini menjadi motivasi besar bagi mereka,” ujar Ustadz Rohim kepada awak media eNews.id, Jumat (9/1/2026)


Istimewa

​Lebih dari Sekadar Kompetisi

​Selain prestasi fisik, Ustadz Rohim menekankan tiga tujuan utama diselenggarakannya Aksi Spotic tahun ini:

  1. Mempererat Ukhuwah: Menjadi sarana komunikasi dan silaturahmi antar sekolah Muhammadiyah se-Surabaya.
  2. Penjaringan Atlet Sejak Dini: Menemukan bakat-bakat potensial di bidang olahraga untuk dibina lebih lanjut.
  3. Membangun Mental Juara: Menanamkan obsesi dan paradigma positif agar siswa memiliki jiwa pemenang dalam kehidupan.


Istimewa

Menuju Final yang Kompetitif

​Dari setiap cabang lomba yang dipertandingkan hari ini, panitia akan mengambil enam peserta terbaik untuk menentukan peraih juara 1 hingga juara 3. Para pemenang diharapkan tidak hanya bangga dengan piala, tetapi juga membawa pulang semangat kedisiplinan seorang atlet.

​"Harapan kami, siswa-siswi SD/MI Muhammadiyah Surabaya memiliki cita-cita yang visioner. Mereka sudah harus menanamkan mental atlet dan mental juara dalam diri mereka sejak sekarang," pungkas Ustadz Rohim.

Baca Lainnya