Kemenkes: Waspada DBD di Musim Kemarau
yupan
Selasa, 18 Juni 2024 21:59 WIB
Jakarta, eNews - Hingga minggu ke-17 2024, tercatat 88.593 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan 621 kasus kematian di Indonesia. Berdasarkan laporan, dari 456 kabupaten/kota di 34 provinsi, kematian akibat DBD terjadi di 174 kabupaten/kota di 28 provinsi.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi melalui keterangan resmi, Selasa (18/6/2024) menyampaikan, kemarau diperkirakan akan meningkatkan frekuensi gigitan nyamuk.
“Jadi, kita dapat penelitian waktu suhunya 25 derajat celcius itu nyamuk menggigitnya lima hari sekali. Tapi, kalau suhunya 20 derajat celcius, nyamuk akan menggigit dua hari sekali. Ini dapat meningkatkan potensi kasus terjadi saat Juli dan Agustus saat suhu udara tinggi,” kata Imran.
Lanjutnya, kasus DBD di Indonesia mengalami pemendekan siklus, yang mengakibatkan peningkatan Incidence Rate (IR) dan penurunan Case Facility Rate (CFR).
“Terjadi pemendekan siklus tahunan dari 10 tahun menjadi tiga tahun bahkan kurang, yang disebabkan oleh fenomena El Nino,” kata Imran.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak kemarau akan terjadi pada bulan Juli dan Agustus 2024.
Pada Juli 2024, kemarau diprediksikan terjadi di sebagian pulau Sumatera, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Kalimantan Barat, dan sebagian Kalimantan Utara.
Sedangkan pada Agustus 2024, kemarau diprediksi terjadi di sebagian Sumatera Selatan, Jawa Timur, sebagian besar pulau Kalimantan, Bali, NTB, NTT, sebagian besar pulau Sulawesi, Maluku, dan sebagian Pulau Papua.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr dr Erni J Nelwan PhD SpPD K-PTI FACP FINASIM mengatakan, beberapa tanda dan gejala DBD yaitu, mendadak demam tinggi, sakit kepala, nyeri pada tulang dan otot.
"Kemudian timbul bercak kemerahan, hidung berdarah, sakit di belakang mata, mual dan muntah, serta kelelahan. Namun, gejala nggak khas, yah, tapi dominannya demam,” kata Prof Erni.
ASEAN Dengue Day (ADD) diperingati pada 15 Juni setiap tahunnya. ADD resmi diperingati sejak 15 Juni 2010 berdasarkan gagasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-19 ASEAN di Hanoi, Vietnam, pada 30 Oktober 2010.
Indonesia menjadi pelopor peringatan Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN pada 15 Juni 2011. Deklarasi Jakarta melawan DBD disepakati oleh 11 negara ASEAN untuk memperkuat kerja sama dan komitmen regional dalam upaya pengendalian DBD. (ipk)
Baca Lainnya
Seperempat Abad Melayani, RSU Bhakti Rahayu Surabaya Siap Hadapi Perubahan di Usia ke-25
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 6 Hari
Hadirkan Bidan ke Kelas, MI Muhammadiyah 25 Surabaya Ajak Siswa Kelas 1 Tidak Takut Lagi Imunisasi
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 6 Hari
Cegah DBD, Kader UKS MI Muhammadiyah 25 Surabaya Beraksi Jadi "Agen Perubahan" lewat SISMANTIK
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 12 Hari
Wujud Kemanunggalan TNI, Babinsa Koramil Teras Dampingi Posyandu Demi Generasi Unggul di Boyolali
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 25 Hari
Dinkes Provinsi dan Kota Gorontalo Validasi Data KRIS di RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 26 Hari
Tingkatkan Kualitas Hidup Prajurit, Kodim 0724/Boyolali dan Dinkes Sosialisasi Bahaya Penyakit Jantung
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
SD Muhammadiyah 26 Bekali Siswa dengan Edukasi Kesehatan Reproduksi untuk Hadapi Pubertas
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 2 Bulan
Danramil Gemolong Meriahkan KB Khanza Kids, Dorong Pemahaman Keluarga Berencana Sejak Dini
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 2 Bulan
Peringati Hari Juang TNI AD ke-80, Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah Penuh Antusiasme
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 2 Bulan
Babinsa Koramil Mondokan Dampingi Warga Dapatkan Layanan Dokter Spesialis Keliling di Balai Desa Sumberejo
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 2 Bulan
