Menuju Era Digital: KKM RA Kota Surabaya Perkuat Kepemimpinan Kepala Madrasah melalui Bimtek PKB

Armand
Senin, 12 Januari 2026 12:10 WIB
Istimewa

 

Surabaya, eNews – Kelompok Kerja Madrasah Raudlatul Athfal (KKM RA) Kota Surabaya resmi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Mengusung tema "Penguatan Kepemimpinan Madrasah RA Berbasis Digital Tahun 2025", kegiatan ini bertujuan mencetak kepala madrasah yang visioner dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.

​Acara yang berlangsung di Gedung Graha Ilmu Ketintang, Surabaya, pada Kamis (08/01/2026) ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, Dr. Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy.

​Mewujudkan Lembaga yang Adaptif dan Kompetitif

​Ketua KKM RA Surabaya, Muasih, S.Pd.I., menjelaskan bahwa Bimtek ini merupakan "momen emas" bagi para kepala RA. Program yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI ini diarahkan untuk mengubah pola manajemen lembaga menjadi lebih modern.

​“Kami ingin mewujudkan Kepala RA yang visioner di era digital. Mulai dari pengelolaan lembaga, kurikulum, hingga layanan publik harus berbasis digital namun tetap humanis,” ujar Muasih.

​Ia menambahkan, target akhir dari pelatihan ini adalah terciptanya pembelajaran interaktif bagi anak didik. “Tujuannya agar lembaga RA menjadi adaptif, kompetitif, unggul, namun tetap berlandaskan akhlak mulia,” imbuhnya.

​Metode Pelatihan Berkelanjutan

​Bimtek ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan dari wilayah Surabaya Barat, Selatan, Timur, dan Pusat. Uniknya, pelatihan ini tidak hanya berhenti di ruang kelas, namun menggunakan skema yang komprehensif:

  • Total 5 Pertemuan: Terdiri dari 3 kali sesi tatap muka (In-Service Learning) dan 2 kali praktik lapangan (On-the-Job Learning).
  • Materi Relevan: Kurikulum disusun sesuai kebutuhan pengembangan madrasah di era digital.
  • Sistem Imbas: Para peserta diharapkan menularkan ilmu yang didapat kepada lembaga RA lain di wilayah masing-masing.

​Dukungan Penuh Kemenag Kota Surabaya

​Kepala Kemenag Surabaya, Dr. Muhammad Muslim, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis KKM RA. Menurutnya, melek digital bagi pimpinan lembaga pendidikan adalah sebuah keniscayaan.

​“Era digitalisasi menuntut kita bergerak lebih cepat dan hebat. Anak didik kita lahir di era yang berbeda, sehingga guru dan kepala RA harus mengejar transformasi informasi digital yang sangat cepat ini,” tegas Muslim. Ia berharap setelah diklat ini, RA semakin menjadi pilihan utama masyarakat karena keunggulannya dalam memadukan teknologi dengan nilai moral agama.

​Senada dengan hal tersebut, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Surabaya, Agus Yulianto, M.Pd., memuji kerapian organisasi KKM RA Surabaya yang dinilai sangat responsif terhadap program pusat.

​“Informasi hari ini langsung ditindaklanjuti hari ini (gercep). Ini pelajaran bagi organisasi lain agar menyusun kegiatan secara sistematis dan terukur, bukan sekadar insidental,” puji Agus.

 

​Harapan Masa Depan

​Melalui penguatan digital ini, KKM RA Surabaya berkomitmen menghapus stigma bahwa RA hanya tempat bermain anak-anak. Sebaliknya, RA diproyeksikan sebagai lembaga pendidikan yang akuntabel, mudah diakses, dan mampu mencetak generasi Islam berkualitas tinggi yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan jati diri akhlakul karimah.

Baca Lainnya