Partisipasi di AKSI SPOTIC 2026, MI Muhammadiyah 25 Surabaya Teguhkan Pendidikan Berkemajuan Berbasis Akhlak Qur’ani

yupan
Minggu, 11 Januari 2026 20:14 WIB
Istimewa

 

Surabaya, eNews – MI Muhammadiyah 25 Surabaya menunjukkan eksistensinya dalam ajang bergengsi AKSI SPOTIC 2026 (Apresiasi Kreasi Seni Islam, Sport, and Mathematics). Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis madrasah dalam menumbuhkan potensi, karakter, dan prestasi peserta didik melalui kompetisi yang integratif dan bernilai dakwah, yang berlangsung pada Jumat-Ahad (9-11/1/2026).

​Mengusung tema “Berjiwa Aksi, Kaya Prestasi, dan Berlandaskan Akhlaq Qur’ani”, ajang ini menjadi wujud nyata komitmen pendidikan Muhammadiyah dalam menyeimbangkan aspek intelektual, spiritual, emosional, dan sosial siswa.

Kompetisi Multitalenta: Dari Olahraga hingga Inovasi Guru

​AKSI SPOTIC 2026 menyajikan 16 cabang lomba yang tersebar di beberapa lokasi. Bidang olahraga yang meliputi sprint, estafet, panahan, dan futsal dipusatkan di Lapangan Atletik FIK Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Sementara itu, bidang seni Islami dan akademik digelar sebagai wahana penguatan kompetensi siswa.

​Tak hanya bagi siswa, ajang ini juga menjadi panggung profesionalisme bagi para pendidik melalui lomba Inovasi Pembelajaran (Inobel), guna memastikan kualitas pengajaran Muhammadiyah tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Borong Prestasi: Bukti Sinergi dan Kedisiplinan

​Berkat kedisiplinan dan etos kompetisi yang sehat, MI Muhammadiyah 25 Surabaya berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan membanggakan:

  1. Ustazah Lina Nailun Najah, S.Pd. – Juara 2 Inovasi Pembelajaran (Inobel) Guru.
  2. Hilyah Syadita Zakkiyah – Juara 2 Literasi (Menulis Cerpen).
  3. Tim Estafet Putri – Juara 2 Atletik.
  4. Nurul Khomariyah Nabila Arif – Harapan 1 Sprint Putri.
  5. Rafka Maulana Sugiantoro – Harapan 2 ISMU in Arabic.

​Capaian ini merupakan hasil sinergi yang apik antara siswa, guru pembimbing, pimpinan madrasah, serta dukungan penuh dari orang tua wali murid.

Prestasi Sebagai Wasilah Dakwah

​Kepala MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Ferry Rismawan, menegaskan bahwa medali dan trofi bukanlah tujuan akhir dari perjuangan ini.

​“Prestasi adalah wasilah (sarana). Tujuan utamanya adalah membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan beramal, serta mampu memberi manfaat bagi umat dan bangsa,” tegasnya. Ia pun menambahkan bahwa, ajang ini adalah proses kaderisasi untuk melahirkan pelaku perubahan yang memiliki karakter kuat dan adab yang luhur.

Komitmen Masa Depan

​Menutup rangkaian kegiatan, pihak madrasah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Ke depan, MI Muhammadiyah 25 Surabaya berkomitmen untuk terus menjadi pusat pendidikan yang mencerahkan, konsisten mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kokoh berlandaskan Akhlak Qur’ani. (Islaha)

Baca Lainnya