Pasca-Bencana Aceh: 140 Relawan PLN Bersihkan 15 Masjid, Suara Azan Kembali Menggema

yupan
Sabtu, 3 Januari 2026 11:14 WIB
Istimewa

 

Banda Aceh – PT PLN (Persero) bergerak cepat dalam upaya pemulihan pasca-bencana di Provinsi Aceh. Sebanyak lebih dari 140 relawan diterjunkan untuk membersihkan material lumpur serta memastikan keamanan instalasi listrik di 15 masjid yang terdampak bencana di berbagai titik di Tanah Rencong.

​Aksi kemanusiaan ini difokuskan pada lima wilayah dengan tingkat kerusakan terparah, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Timur, dan Aceh Tengah.

Simbol Kebangkitan Masyarakat

​Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa percepatan pembersihan rumah ibadah menjadi prioritas utama perusahaan. Menurutnya, masjid bukan sekadar tempat salat, melainkan pusat kekuatan sosial masyarakat Aceh.

​"Masjid adalah urat nadi kehidupan masyarakat Aceh sekaligus simbol kebangkitan pascabencana. PLN tidak tinggal diam; relawan kami kerahkan untuk menyisir setiap lokasi yang terdampak parah agar fungsi sosial dan ibadah kembali pulih," ujar Darmawan dalam keterangan resminya, Jumat (2/1/2026).

​Selain melakukan pembersihan fisik dan pengecekan instalasi listrik secara mendetail, PLN juga menyalurkan bantuan pendukung ibadah, mulai dari kitab suci Al-Qur'an, peralatan shalat, paket sound system, hingga bantuan pembangunan kubah masjid.

Kehadiran Alat Berat Percepat Pemulihan

​Upaya masif ini disambut haru oleh warga setempat. Di Masjid Al-Huda, Kuala Simpang, Aceh Tamiang, salah seorang jemaah bernama Sulaiman menceritakan betapa sulitnya warga membersihkan sisa bencana secara manual.

​"Selama dua minggu kami berusaha membersihkan secara mandiri, namun keterbatasan alat membuat kami kewalahan. Kehadiran tim PLN dengan alat berat sangat membantu menyingkirkan lumpur tebal. Alhamdulillah, hari ini kami bisa kembali melaksanakan salat Jumat dengan layak," ungkap Sulaiman.

​Senada dengan Sulaiman, pengurus Masjid Al-Ikhwan di Bener Meriah, Rudi Muharram, menyampaikan apresiasinya atas bantuan peralatan ibadah yang diberikan. Baginya, bantuan tersebut sangat berarti untuk menghidupkan kembali syiar Islam di wilayahnya yang sempat lumpuh akibat bencana.

Misi Kemanusiaan yang Berkelanjutan

​Melalui kerja keras para relawan dan dukungan peralatan memadai, kini suara azan dilaporkan telah kembali menggema di masjid-masjid terdampak. Langkah PLN ini menegaskan komitmen perusahaan yang tidak hanya fokus pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga hadir sebagai pendukung utama pemulihan sosial dan spiritual masyarakat di wilayah bencana.

​Hingga saat ini, tim relawan PLN masih terus bersiaga di lapangan untuk memastikan seluruh instalasi listrik di fasilitas publik benar-benar aman sebelum digunakan sepenuhnya oleh masyarakat. (IP)

Baca Lainnya