Sambut Gerakan Indonesia ASRI: Ubah "Bom" Sampah Menjadi Warisan Keindahan

yupan
Jumat, 13 Februari 2026 04:41 WIB
Andi Hariyadi berkopiah hitam saat membersamai tamu dari Perak Malaysia di RT 23 RW 7 Sekardangan Sidoarjo. (Istimewa)

 

Sidoarjo, eNews – Persoalan sampah bukan lagi sekadar masalah estetika, melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup bangsa. Menanggapi hal tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi mencanangkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026.

​Andi Hariyadi, Ketua Majelis Pustaka Informatika dan Digitalisasi PDM Kota Surabaya, menegaskan bahwa gerakan ini harus menjadi aksi nyata yang berkelanjutan di seluruh jenjang pemerintahan, bukan sekadar wacana seremonial belaka.

Ancaman Nyata di Balik Angka

​Berdasarkan data Sistem Informasi Pengolahan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2025, timbunan sampah di Indonesia telah menyentuh angka yang fantastis, yakni 24,8 juta ton per tahun. Ironisnya, kontribusi terbesar berasal dari sektor domestik.

  • 56,7% Sampah Rumah Tangga
  • 13,65% Sampah Pasar
  • 7,58% Sampah Perniagaan

​"Tanpa pengelolaan yang bijak, kita secara tidak sadar sedang merakit 'bom' sampah yang sewaktu-waktu bisa meledak menjadi bencana banjir, polusi, hingga wabah penyakit," ujar Andi Hariyadi.

Memulai dari Akar Rumput: Pilah Sampah di Rumah

​Gerakan Indonesia ASRI menitikberatkan pada perubahan paradigma. Sampah yang selama ini dianggap barang sisa tak berguna, harus mulai dikelola sejak dari sumbernya: Rumah Tangga.

​Andi menekankan pentingnya fasilitas pemilahan sampah organik, non-organik, hingga sampah elektronik di tingkat RT/RW. Dengan dukungan teknologi, hasil pemilahan yang tepat dapat diubah menjadi sumber energi terbarukan, sehingga memberikan nilai guna bagi kehidupan.

Edukasi dan Peran Tokoh Masyarakat

​Dua pilar utama untuk menyukseskan gerakan ini adalah Pendidikan dan Keteladanan, diantaranya:

  • Sekolah: Menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini. Anak didik diharapkan menjadi "Duta Peduli Sampah" yang mengampanyekan perilaku bijak kelola sampah.
  • Tokoh Agama & Masyarakat: Menjadi panutan untuk menebarkan pesan moral bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian dari kewajiban spiritual dan sosial.

Kebutuhan, Bukan Beban

​Meskipun implementasi Gerakan ASRI terasa berat di awal, hal ini harus dipandang sebagai kebutuhan mendesak, bukan beban tambahan. Kebersamaan dan disiplin kolektif menjadi kunci transformasi dari kondisi overcapacity sampah menuju lingkungan yang sehat dan nyaman.

​"Sadar kelola sampah adalah tindakan pahlawan lingkungan bangsa untuk Indonesia Jaya. Mari jadikan Indonesia ASRI kenyataan, bukan sekadar mimpi di atas kertas," tutup Andi Hariyadi.

Baca Lainnya