Wisata Sejarah dan Adrenalin, Keseruan Adeeva Jelajahi Jejak Peradaban di Yogyakarta

yupan
Rabu, 31 Desember 2025 13:59 WIB
Dokumen Pribadi

 

Yogyakarta, eNews – Liburan sekolah tahun ini menjadi momen yang sangat berkesan bagi Adeeva, jurnalis cilik dari MI Muhammadiyah 25 (MIM 25) Surabaya. Bersama keluarga besarnya, Adeeva melakukan perjalanan bertajuk "Exploring Kota Jogja" yang menggabungkan wisata religi, budaya, hingga petualangan alam yang menantang.

Napak Tilas di Masjid Bersejarah

​Perjalanan Adeeva dimulai dengan mengunjungi dua masjid ikonik di Yogyakarta. Destinasi pertama adalah Masjid Jogokariyan. Adeeva belajar bahwa masjid yang awalnya berupa langgar kecil di tahun 1958 ini kini menjadi magnet bagi jamaah dari seluruh pelosok Indonesia meski lokasinya berada di dalam gang.

​Keesokan harinya, petualangan religi berlanjut ke Masjid Gedhe Kauman. Adeeva berkesempatan melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah di masjid yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1756 ini.

"Aku baru tahu kalau nama Kauman berasal dari kata Qoimuddin yang artinya penegak agama Islam," ujar Adeeva saat mempelajari sejarah kampung tersebut.

Malam Ikonik di Malioboro

​Tak lengkap rasanya ke Yogyakarta tanpa menyusuri Jalan Malioboro. Adeeva dan keluarganya menikmati suasana malam dengan menaiki delman, mengitari jalanan hingga ke Titik Nol Kilometer. Ia juga berburu oleh-oleh khas seperti batik dan berbagai jajanan tradisional mulai dari Bakpia 25 hingga Roti Sisir Delicia.

​Ada momen lucu saat Adeeva mencicipi Gudeg. Karena identik dengan rasa manis, Adeeva merasa kurang cocok di lidahnya, meski sang Bunda terus meyakinkannya bahwa krecek yang pedas akan menambah selera makan. "Tetap saja tidak cocok di lidahku, hehehe," candanya.

Memacu Adrenalin di Lereng Merapi

​Hari terakhir ditutup dengan aksi yang memacu adrenalin, yaitu Lava Tour Merapi. Bersama pemandu bernama Mas Erwin, Adeeva melakukan napak tilas erupsi hebat tahun 2010. Menggunakan mobil Jeep, mereka mengunjungi Bunker Kaliadem, Museum Sisa Hartaku, hingga melihat Batu Alien.

​Keseruan memuncak saat Jeep yang mereka tumpangi melakukan manuver air di Kalikuning. Selama di museum, Mas Erwin berpesan agar para pengunjung menjaga peninggalan tersebut. "Tidak boleh ada yang disentuh dan dibawa pulang barang-barang di sini," jelas pemandu tersebut kepada Adeeva.

Pesan untuk Teman-Teman

​Melalui perjalanannya, Adeeva mengajak teman-temannya untuk mengisi waktu libur dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah. "Ayo teman-teman, kunjungi tempat bersejarah supaya wawasanmu bertambah. Sampai bertemu di ceritaku selanjutnya!" tutup Adeeva penuh semangat.

Oleh: Adeeva

Jurnalis Cilik MIM 25 Surabaya

Baca Lainnya