World Sight Day, Surabaya EYE Clinic Gelar Seminar SEC TALK 2025 Edukasi Kesehatan Mata
Armand
Minggu, 26 Oktober 2025 22:12 WIB
Surabaya, eNews - Puluhan warga tampak antusias mengikuti seminar SEC TALK 2025 atau sahabat edukasi cinta mata yang digelar Klinik Utama Mata SEC Surabaya EYE Clinic di jalan raya Jemursari, Surabaya. Sabtu,(25/10/2025) sore.
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan World Sight Day atau Hari Penglihatan Sedunia yang diperingati setiap Kamis pada pekan kedua bulan Oktober.
Seminar SEC TALK dihadiri berbagai narasumber diantaranya dr. Tarosa Yodia Urolita, Sp.M., dr. Hartawan Tjahjadi Putra, Sp.M., dr. Windi Indria Rini, Sp.M., Apt.z Bambang S zulkarnain, M.Clin.Pharm selain itu sebagai Moderator dr. Rozalina Loebis, Sp.(M)K dan panelis Prof. dr Rowena G Hoesin Sp(M)K. MARS .
Konsultan mata anak dr. Rozalina Loebis, Sp.(M)K sekaligus Moderator acara seminar mengatakan, Tujuan dari seminar sec talk 2025 atau sahabat edukasi cinta mata 2025 ini ialah untuk memperingati hari penglihatan sedunia.
"Gimana hari penglihatan sedunia ini memang diperingati di bulan Oktober minggu kedua dihari kamis yang berfungsi untuk mengingatkan kita semua pentinganya untuk pemeriksaan rutin mata," Ucapnya.
Topik ditahun ini adalah love your eyes , cintai penglihatan anda, cintai mata anda dan sub topik tahun ini adalah pemeriksaan rutin terhadap beberapa kondisi-kondisi mata seperti katarak, diabetes retinopati atau gangguan penglihatan mata akibat diabetes dan juga mata merah.
"Apa yang harus dilakukan dan kemudian kita juga menambahkan dari bapak apoteker bambang tadi karena memang dokter mata itu selalu memberikan resep berupa tetes atau salep mata, maka bagaimana memakainya dengan baik agar efektif dan efisien. Diharapkan dengan acara ini maka masyarakat yang kebetulan kami undang ini dapat menambah info mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata jadi intinya sifatnya edukasi kepada masyarakat." Katanya.
Ia menjelaskan Kasus gangguan mata yang sering ditemukan yaitu Kasus mata ini dibagi dua gejala mata buram dan mata merah. Di mata buram memang kasus terbanyak masih katarak dan dimata merah memang kasus terbanyak masih berupa infeksi ataupun memang terkena trauma atau injury seperti terkena penyakit akibat kerja seperti ketika ngelas kena gram seperti itu atau terpecik Zat Kimia.
"Itu adalah kondisi-kondisi yang sebenarnya sangat dapat dicegah gangguan penglihatan karenanya semakin dini diketahui semakin dini diterapi akan menghasilkan hasil yang lebih baik," ujarnya.
Harapan dengan adanya seminar SEC TALK 2025 ialah untuk menambah pengetahuan dari masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata dan pentingnya walaupun tidak ada gejala memeriksa rutin organ matanya karena beberapa kasus tertentu seperti misalnya glaukoma itu memang peningkatan tekanan mata tidak terasa jadi pasien tidak ada gejala atau seperti bayi prematur gimana retinanya beresiko maka tidak akan ada gejala yang kita dapati pada mata bayi, jadi bayi kayak normal-normal aja tapi kita harus secrening lebih dalam lagi untuk mengetahui kondisinya.
"Semua tujuannya agar masyarakat dapat menikmati penglihatan yang baik bagaimana pun aktifitas kita 80-90% memerlukan penglihatan," harapnya.
Baca Lainnya
Wujud Kemanunggalan TNI, Babinsa Koramil Teras Dampingi Posyandu Demi Generasi Unggul di Boyolali
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 10 Hari
Dinkes Provinsi dan Kota Gorontalo Validasi Data KRIS di RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 11 Hari
Tingkatkan Kualitas Hidup Prajurit, Kodim 0724/Boyolali dan Dinkes Sosialisasi Bahaya Penyakit Jantung
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
SD Muhammadiyah 26 Bekali Siswa dengan Edukasi Kesehatan Reproduksi untuk Hadapi Pubertas
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Danramil Gemolong Meriahkan KB Khanza Kids, Dorong Pemahaman Keluarga Berencana Sejak Dini
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Peringati Hari Juang TNI AD ke-80, Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah Penuh Antusiasme
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Babinsa Koramil Mondokan Dampingi Warga Dapatkan Layanan Dokter Spesialis Keliling di Balai Desa Sumberejo
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Saat Diet Viral Bisa Membunuhmu Pelan-Pelan, Mengapa Kita Masih Percaya Influencer Ketimbang Ahli Gizi?
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Duduk Diam, Risiko Tinggi: Mengungkap Dampak Gaya Hidup Sedentary pada Kesehatan Masyarakat
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 2 Bulan
Pelindo Husada Citra Tingkatkan Kesehatan Masyarakat Sekitar Operasional Lewat Program PHC Peduli
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 2 Bulan
