Asah Skill Kehidupan, Siswa SD Mudalan Surabaya Mulai Akrab dengan Dunia Jurnalistik
yupan
Rabu, 4 Februari 2026 21:14 WIB
Surabaya, eNews – Menghadapi derasnya arus informasi di media sosial, SD Muhammadiyah 29 Surabaya (SD Mudalan) menekankan pentingnya literasi sejak dini. Pembina Jurnalistik SD Mudalan, Ustadz Yuda, memberikan pernyataan penting mengenai alasan mengapa siswa-siswi Sekolah Tahfidz Berkemajuan harus menguasai dunia jurnalistik pada Rabu (4/2/2026).
Menurut Ustadz Yuda, jurnalistik bukan sekadar soal menulis berita, melainkan sebuah kemampuan bertahan hidup (life skill) yang akan sangat berguna bagi masa depan siswa, apa pun cita-citanya.
Empat Pilar Penting Jurnalistik Bagi Siswa
Dalam penyampaiannya, Ustadz Yuda merangkum empat poin utama mengapa jurnalistik menjadi kegiatan yang sangat penting di lingkungan sekolah:
- Melatih "Otak Detektif" (Berpikir Kritis) Di era maraknya hoaks, siswa diajarkan memiliki "radar" pendeteksi berita palsu. "Siswa dilatih untuk verifikasi data dan tidak mudah tergiur judul bombastis. Kami ingin mencetak pelajar yang skeptis dalam arti positif," ujar Ustadz Yuda.
- Keahlian Komunikasi dan Penulisan Melalui teknik 5W + 1H (What, Who, Where, When, Why, How), siswa belajar menyusun pikiran secara sistematis. Hasilnya, cara bicara menjadi lebih terstruktur dan tulisan menjadi lebih langsung pada inti persoalan (to-the-point).
- Membangun Kepercayaan Diri Dunia jurnalistik menuntut keberanian untuk bertanya. Siswa dilatih melakukan wawancara dengan tokoh-tokoh di sekolah hingga berani tampil menyampaikan informasi di depan kamera.
- Meningkatkan Kepedulian Sosial Jurnalis cilik diajak untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar, mulai dari isu kebersihan kantin hingga prestasi teman sejawat. Siswa belajar menjadi "penyambung lidah" yang menyuarakan kebenaran.
Investasi Masa Depan
Ustadz Yuda menegaskan bahwa kemampuan mengolah informasi ini bersifat universal. "Apapun cita-citamu nanti—entah jadi dokter, arsitek, atau gamer profesional—kemampuan komunikasi akan selalu dibutuhkan," pungkasnya.
Dengan adanya penguatan jurnalistik ini, SD Mudalan berkomitmen tidak hanya mencetak penghafal Al-Qur'an yang religius, tetapi juga generasi yang cerdas, kritis, dan komunikatif di era digital.
Baca Lainnya
Waspada "Jebakan Batman" Digital: Jurnalis Cilik MIM 27 Surabaya Bedah Bahaya Hoax
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 5 Hari
Keseruan Belajar Kelompok: Cara Jurnalis Cilik MIM 28 Surabaya Tuntaskan Tugas
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 6 Hari
Jurnalis Cilik SDM 29 Surabaya Belajar Tangkal Hoax: Lindungi Anak dari "Jebakan Batman" Digital
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 7 Hari
Aksi Jurnalis Cilik SDM 22 Surabaya: Mengupas Bahaya "Jebakan Batman" Hoax di Era Digital
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 8 Hari
Jurnalis Cilik MIM 25 Surabaya Gali Inspirasi dari Sanggar Tari Gito Maron
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 11 Hari
Cerita Empat Jurnalis Cilik: Kisah Seru di Balik Sulitnya Membangun Kemah Persahabatan MIM Dupan
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 13 Hari
Pengalaman Seru Rasya Ahmad Rayakan Isra Mikraj Pertama di MIM 28 Surabaya
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 13 Hari
Pengalaman Seru Lomba Nasyid Isra Mikraj: Zayana Aurora Tetap Ceria Meski Belum Juara
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 13 Hari
Jurnalis Cilik SDM 29 Surabaya Gali Inspirasi: Mengenal Lebih Dekat Ustadzah Aziska dan Harapannya untuk Siswa
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 14 Hari
