Kajian Ahad Pagi PCM Mulyorejo, Mengupas Karakter Pemimpin Muhammadiyah yang Jujur dan Adil

yupan
Minggu, 11 Januari 2026 19:47 WIB
Istimewa

 

Surabaya, eNews – Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mulyorejo kembali menyelenggarakan kajian rutin Ahad Pagi yang bertempat di Masjid Baiturrahman. Pada edisi Januari 2026 ini, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tempurejo bertindak sebagai tuan rumah. Acara ini disambut antusias oleh warga persyarikatan, terbukti dengan hadirnya lebih dari 300 jemaah yang memadati lokasi acara.

Pentingnya Niat dan Pendidikan Berbasis Adab

​Acara dibuka tepat pukul 06.30 WIB oleh Sekretaris Majelis Tabligh, Ananda Athoillah, yang dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an oleh siswa SD Muhammadiyah 8 Surabaya.

​Dalam sambutannya, Ketua PCM Mulyorejo, Najib Sulhan, menekankan pentingnya meluruskan niat dalam setiap amal ibadah, termasuk dalam menuntut ilmu. Beliau mengingatkan bahwa niat adalah pengikat amal yang menentukan nilai sebuah perbuatan di hadapan Allah SWT.

​Selain itu, Najib juga menyoroti pentingnya memilih lembaga pendidikan yang tepat bagi anak-anak. Menurutnya, PCM Mulyorejo memiliki ekosistem pendidikan yang lengkap mulai dari tingkat TK hingga Perguruan Tinggi.

"Niatkan menyekolahkan anak dengan dasar agama. Di Muhammadiyah memang berbayar, namun insya Allah risikonya kecil karena kami selalu mengedepankan adab," tuturnya.

Karakter Pemimpin: Adil, Jujur, dan Gemar Membantu

​Hadir sebagai pembicara utama, Dikky Sadqomullah MHES, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Surabaya. Dalam paparannya, beliau mengangkat tema "Karakter Pemimpin yang Jujur dan Adil dalam Mengelola Persyarikatan Muhammadiyah" dengan merujuk pada Al-Qur'an Surat An-Nahl ayat 90.

​Dikky mengupas tuntas empat nilai utama: kejujuran, keadilan, kebajikan, dan tolong-menolong. Beliau memperluas makna "kerabat" tidak hanya sebatas hubungan darah, melainkan juga ikatan dalam organisasi dan sesama umat Islam.

​"Sesama warga Muhammadiyah itu harus saling memberikan bantuan. Jika ada warga kita yang tidak bisa sekolah karena kendala biaya, maka itu adalah tanggung jawab dan kesalahan kita para pimpinan jika membiarkannya," pesannya.

Muhammadiyah: Organisasi yang Suka Membantu

​Ia juga berbagi pengalaman pribadinya saat menjabat sebagai kepala sekolah. Dikky menegaskan bahwa semangat membantu di Muhammadiyah bersifat inklusif, bahkan menjangkau mereka yang berada di luar warga persyarikatan.

​"Jangankan warga Muhammadiyah, mereka yang di luar pun saya bantu saat ingin menyekolahkan anaknya. Ingat bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yang suka membantu," pungkasnya.

​Kajian ini memberikan kesimpulan kuat bahwa karakter pimpinan Muhammadiyah yang sejati adalah mereka yang berusaha adil (tidak bermaksiat kepada Allah), memiliki kejujuran sebagai modal utama tanpa berpura-pura baik, serta memiliki kedermawanan sosial untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Baca Lainnya