Wujudkan Grand Design Pendidikan Terintegrasi, PCM Kenjeran Bebaskan Dua Lahan Strategis

yupan
Kamis, 15 Januari 2026 11:33 WIB
Istimewa

 

Surabaya, eNews – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran terus bergerak cepat dalam merealisasikan Grand Design Pendidikan Terintegrasi. Langkah besar ini dibuktikan dengan pembebasan dua lahan baru senilai total Rp1,75 miliar guna mendukung pengembangan sarana pendidikan dan dakwah di wilayah Kenjeran, Surabaya.

​Keputusan strategis ini diambil menyusul melonjaknya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kenjeran, yang ditandai dengan terpenuhinya kuota siswa di berbagai jenjang jauh sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Kepercayaan Publik: Kuota Siswa Terpenuhi Lebih Awal

​Ketua PCM Kenjeran, Ali Fauzi, mengungkapkan bahwa tren penerimaan peserta didik baru (SPMB) tahun pelajaran 2026/2027 menunjukkan grafik yang sangat positif. Beberapa sekolah bahkan sudah menutup pendaftaran karena telah memenuhi pagu (kuota).

​"Alhamdulillah, TK ‘Aisyiyah 55, MI Muhammadiyah 25, dan SMP Muhammadiyah 15 telah memenuhi pagu melalui jalur inden. Sementara KB dan TK ‘Aisyiyah lainnya di wilayah kami juga sudah mendekati batas maksimal," ujar Ali Fauzi.

 

Ekspansi Lahan untuk Kualitas Pendidikan

​Guna merespons antusiasme masyarakat yang tinggi, PCM Kenjeran melakukan langkah konkret dengan membebaskan dua lahan dan bangunan di lokasi berbeda:

  1. Pengembangan MI Muhammadiyah 25: Lahan seluas 105 meter persegi di Jalan Sidotopo Wetan II Nomor 21 dibebaskan dengan nilai Rp1 miliar. Lahan ini diproyeksikan untuk memperluas ruang pembelajaran agar lebih representatif dan berkualitas bagi siswa MI Muhammadiyah 25.
  2. Perluasan Masjid dan Asrama SMPM 15: Lahan seluas 100 meter persegi di Jalan Platuk Baru III senilai Rp750 juta telah disiapkan untuk perluasan Masjid Al-Ma’arif serta pengembangan fasilitas boarding school (asrama) SMP Muhammadiyah 15.

Menuju Ekosistem Pendidikan Unggul

​Pembebasan lahan ini bukan sekadar perluasan fisik, melainkan bagian dari visi besar memperkuat ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang terpadu. Ali Fauzi optimistis bahwa dengan sarana yang memadai, pelayanan pendidikan berlandaskan nilai Islam akan semakin optimal.

​"Langkah ini adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan pendidikan yang unggul. Kami yakin, dengan dukungan seluruh elemen persyarikatan, visi Pendidikan Terintegrasi di Kenjeran akan terwujud secara berkelanjutan," pungkasnya.

​Langkah berani PCM Kenjeran ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan dakwah pendidikan di wilayah lain, sekaligus menjadi tonggak baru dalam melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.

(Fu'adah)

Baca Lainnya