Pembukaan PKTM I IPM Situbondo, IPM Jatim Ingatkan Pentingnya Transfer Ilmu

Azmi Izzudin
Senin, 12 Januari 2026 07:51 WIB
Istimewa

Situbondo, eNews - Semangat regenerasi dan penanaman nilai-nilai intelektual Islam berkemajuan menggelora di Situbondo. Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) setempat baru saja menyelenggarakan Pelatihan Kader Taruna Melati (PKTM) I secara akbar pada 10-11 Januari 2026. Kegiatan yang dihelat di SD Muhammadiyah 1 Panji ini sukses mengumpulkan 35 kader pilihan se-Kabupaten Situbondo, menandai babak baru penyiapan pelajar pemimpin masa depan.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Situbondo dan perwakilan Pimpinan Wilayah IPM Jawa Timur, mengukuhkan komitmen kolektif untuk kaderisasi yang berkesinambungan. Tema “Meneguhkan Spirit Kepemimpinan Pelajar Muhammadiyah yang Berkemajuan” dipilih sebagai kompas pergerakan, menekankan pada pola pikir kritis, terbuka, dan kontributif, yang tetap berakar kuat pada nilai-nilai Islam.

Andika, Ketua Panitia, dalam laporannya menegaskan bahwa tema ini adalah cermin harapan lahirnya pelajar yang tidak hanya aktif memimpin, tetapi juga mampu memberi dampak positif bagi lingkungannya. Sementara itu, Ketua Umum PD IPM Situbondo, Nasrullah, menekankan bahwa PKTM I adalah gerbang pengenalan yang mendalam terhadap identitas IPM, Muhammadiyah, dan Islam. 

“Ini adalah langkah awal. Estafet kepemimpinan akan diambil oleh generasi yang disiapkan melalui proses berjenjang,” tegasnya. 

Dengan bijak, ia menyemangati kader, “Tidak perlu bingung untuk berlari, jika berjalan saja sampai, itu lebih baik.”

Dukungan kuat juga disampaikan oleh Ketua PDM Situbondo, Muhammad Syamsuri. Ia menggarisbawahi pentingnya kaderisasi yang berkelanjutan dan rutin, karena dari interaksi intensiflah ide-ide cemerlang akan lahir. Syamsuri juga membagikan kabar gembira: segera hadirnya Rumah Sakit Muhammadiyah di Situbondo, sebagai bukti nyata perkembangan organisasi.

Sesi intelektual menghadirkan perspektif segar dari Farhan Alif Ujilast, Ketua Bidang PIP PW IPM Jawa Timur. Dengan mendalam, ia mengupas konsep “transfer ilmu” melalui analisis buku Ijtihad dalam Pandangan Muhammad Abduh, Ahmad Dahlan, dan Muhammad Iqbal karya Prof. Mukti Ali. 

Farhan mengilustrasikan bagaimana pemikiran pembaruan dari Abduh dan Iqbal, yang terpapar atmosfer intelektual Eropa, menginspirasi K.H. Ahmad Dahlan untuk melakukan reformasi pendidikan dan sosial yang modern di tanah air. “Inilah transfer ilmu yang hakiki,” ujarnya.

Lebih lanjut, Farhan menyoroti pentingnya relasi lintas generasi. Pemikiran seorang tokoh dari era 1970-an, kata dia, tetap bisa hidup dan dipelajari melalui tulisan. Prinsip yang sama harus dihidupkan dalam ruang-ruang perkaderan seperti PKTM. 

“Setiap interaksi—dengan pemateri, fasilitator, sesama peserta, bahkan panitia—adalah ruang penyerapan ilmu yang tak ternilai,” pesannya.
Di akhir paparannya, Farhan menyampaikan optimisme tinggi terhadap potensi kader diaspora IPM Situbondo yang menimba ilmu di kota-kota pelajar seperti Malang, Surabaya, dan Jember. Jejaring dan pengalaman intelektual luas yang mereka miliki adalah modal berharga untuk dibawa pulang dan diberdayakan bagi kemajuan organisasi dan daerah.

Kegiatan PKTM I ini tidak hanya sekadar pelatihan, tetapi merupakan deklarasi kesiapan PD IPM Situbondo untuk membangun pondasi kepemimpinan pelajar yang kokoh, berilmu, dan berkontribusi nyata. Sebuah langkah strategis untuk memastikan bahwa api semangat berkemajuan Muhammadiyah terus menyala dan diteruskan ke tangan-tangan yang paling siap.

Baca Lainnya