Lebih dari Rekreasi: Siswa SDN Dukuh Tengah Sidoarjo "Taklukkan" Cakrawala dan Simulasi Jadi Pahlawan Api

yupan
Sabtu, 14 Februari 2026 15:27 WIB
Istimewa

 

Sidoarjo, eNews – Dinding kelas bukan lagi batas bagi siswa SDN Dukuh Tengah, Buduran. Ratusan siswa tumpah ruah dalam kegiatan "Bermain Sambil Belajar" yang menyulap Rumah Pintar Juanda dan Museum Penerbangan menjadi laboratorium raksasa, tempat mereka menyerap ilmu secara nyata dari dunia dirgantara hingga aksi penyelamatan.

Kedisiplinan dan Kreativitas Sejak Dini

​Petualangan dimulai dengan sambutan hangat personel TNI-AL yang langsung mengajak siswa melatih kedisiplinan melalui baris-berbaris. Atmosfer keceriaan semakin memuncak saat sesi senam bersama, disusul dengan pemutaran film edukasi di bioskop mini yang membakar semangat belajar.

​Tak hanya fisik, sisi kreatif siswa pun diuji melalui lomba mewarnai gambar pesawat. Di sela-sela kegiatan teknis, interaksi dengan alam tetap terjaga; para siswa tampak asyik memberi makan burung hingga menikmati relaksasi melalui fasilitas terapi ikan.

Integrasi Kurikulum dalam Praktik Nyata

​Sisi pedagogis menjadi roh utama dalam agenda ini. Para pendamping secara cerdik menyelipkan materi kurikulum ke dalam simulasi lapangan:

  • Manajemen Prioritas: Siswa diajak memahami konsep "kebutuhan di atas keinginan", selaras dengan materi Bahasa Indonesia.
  • Literasi Teknis: Di perpustakaan setempat, siswa mempraktikkan pemahaman teks fiksi dan non-fiksi serta mengenal istilah teknis dunia penerbangan.
  • Pendidikan Pancasila: Ibu Yoga Velya Rantasani, S.Pd. SD (Guru Kelas 4), menekankan bahwa medan luar kelas ini memaksa siswa untuk mengimplementasikan sikap gotong royong dan kekompakan tim secara langsung.

Menjelajahi Kabin Pesawat dan Menjadi "Petugas Damkar Cilik"

​Puncak antusiasme meledak saat rombongan memasuki Museum Penerbangan Juanda. Di sana, siswa diperkenalkan dengan atribut canggih pesawat tempur dan komersial. Kesempatan langka masuk ke dalam kabin pesawat menjadi momen tak terlupakan bagi mereka yang bercita-cita menjadi pilot.

​Menuju pengujung acara, para siswa bertransformasi menjadi "petugas pemadam kebakaran (damkar) cilik". Setelah mendapatkan edukasi bahaya api, sebuah mobil pemadam menyemprotkan air ke arah kerumunan sebagai grand finale. Bukannya takut, sorak kegirangan pecah di bawah guyuran air, menutup rangkaian kegiatan dengan tawa bahagia.

Visi Belajar Tanpa Batas

​Kepala SDN Dukuh Tengah, Taufan Kusuma Wardana, M.Pd., menyatakan kepuasannya atas keberhasilan agenda ini. Menurutnya, pengalaman menarik adalah kunci efektivitas pembelajaran.

​"Belajar tidak harus di dalam kelas. Anak-anak terlihat senang dan bahagia bermain sambil belajar. Harapannya, mereka mempunyai pengalaman yang menarik dan mendalam yang tidak didapatkan hanya dari buku teks," pungkasnya.

 

​Melalui kegiatan ini, SDN Dukuh Tengah sukses membuktikan bahwa pendidikan terbaik lahir dari perpaduan antara teori, praktik lapangan, dan kebahagiaan siswa. (Dayat)

Baca Lainnya