Refleksi Guru Muhammadiyah Sejati: Gus Imsap Bedah "9 Rumus Etos Kerja" di Baitul Arqam SDM 9 Bahari Surabaya

yupan
Sabtu, 14 Februari 2026 17:01 WIB
Istimewa

 

Surabaya, eNews – Atmosfer spiritual dan profesionalisme menyatu di SD Muhammadiyah 9 (SDM 9) Bahari Surabaya pada Jumat (13/02/2026). Seluruh guru dan karyawan mengikuti kegiatan Baitul Arqam dengan penuh antusias, sebuah agenda penting untuk memperkuat ideologi dan dedikasi tenaga pendidik di lingkungan Persyarikatan.

​Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua PCM Bulak dan Ketua PRM Sukolilo, memberikan dukungan moril bagi para peserta dalam mengemban amanah pendidikan.

Menyatukan Profesi dan Ketaatan Ilahi

​Hadir sebagai narasumber utama, Imam Sapari, S.HI., M.Pd.I., atau yang akrab disapa Gus Imsap. Ketua Majelis Tabligh PDM Surabaya sekaligus Kepala SMP Muhammadiyah 7 Surabaya ini membawakan materi bertajuk "Guru Muhammadiyah Sejati: Meneguhkan Eksistensi Diri, Menyatukan Amanah Profesi dan Ketaatan Ilahi".

​Dalam paparannya, Gus Imsap menegaskan bahwa profesi guru di Muhammadiyah bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan wujud nyata ketaatan kepada Allah SWT. "Kerja adalah ibadah, dan profesionalisme adalah bentuk syukur kita," tegasnya.

9 Rumus Guru Sejati

​Gus Imsap memaparkan secara mendalam sembilan landasan utama yang harus dimiliki oleh setiap pendidik Muhammadiyah guna menghadapi tantangan siswa generasi Alpha dan era disrupsi:

  1. Kerja Ikhlas (Tauhid): Bekerja murni mengharap ridha Allah agar tidak mudah kecewa.
  2. Kerja Cerdas (Tajdid): Menjadi guru solutif, inovatif, dan adaptif terhadap teknologi.
  3. Kerja Keras (Etos): Memiliki semangat juang tinggi dan pantang menyerah.
  4. Kerja Tuntas (Amanah): Menyelesaikan tugas pengajaran dan administrasi secara terstruktur.
  5. Kerja Loyalitas (Organisasi): Setia pada visi Persyarikatan dan menjaga marwah sekolah.
  6. Kerja Profesionalitas (Itqan): Mengerjakan tugas sesuai standar kualitas terbaik.
  7. Kerja Welas (Empati): Mendidik dengan kasih sayang agar sekolah dirindukan siswa.
  8. Kerja Mawas (Uswah): Senantiasa introspeksi diri dan menjadi teladan (muhasabah).
  9. Kerja Totalitas (Kaaffah): Mengerahkan seluruh jiwa dan pemikiran untuk dakwah pendidikan.

Menjadi "Muaddib" di Era Modern

​Gus Imsap mengingatkan bahwa di tengah gempuran teknologi, guru harus memiliki resiliensi (ketangguhan) yang kuat. Pendidik diharapkan tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga seorang Muaddib atau pendidik beradab yang fokus pada pembentukan insan kamil (manusia sempurna).

​Kegiatan ditutup dengan kutipan legendaris KH Ahmad Dahlan yang menggetarkan hati seluruh peserta: "Hidup-hidupilah Muhammadiyah melalui kelas-kelasmu, maka Allah akan menghidupkan keberkahan dalam hidupmu."

​Melalui Baitul Arqam ini, SDM 9 Bahari Surabaya kembali meneguhkan posisinya untuk mencetak pendidik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan ideologis. (Ulul Albab)

Baca Lainnya