Meraih Rida Allah Lewat Amalan Sunnah: Kajian Matahari Terbit PCM Gubeng Ajak Jamaah Terus Belajar Shalat dan Hidup Berkesadaran
yupan
Minggu, 2 November 2025 08:50 WIB
Surabaya, eNews – Fajar baru saja menyingsing ketika lantunan ayat suci dan salam hangat menyapa jamaah di Masjid Jenderal Sudirman, Jalan Dharmawangsa No. 2 Surabaya. Ahad, 2 November 2025, menjadi pagi yang penuh cahaya bukan hanya karena matahari yang terbit, tetapi karena ilmu yang menyinari hati jamaah dalam Kajian Ahad Pagi Matahari Terbit PCM Gubeng Surabaya.
Tema kajian kali ini, “Meraih Rida Allah dengan Amalan-Amalan Sunnah,” dibawakan oleh Ust. Dr. Syamsul Ma’arif, M.PSDM, Wakil Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur. Dengan gaya tutur yang lembut namun penuh makna, beliau mengajak jamaah merenungi betapa besarnya nilai amalan-amalan kecil yang sering diabaikan.
“Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat,” ujar Ust. Syamsul mengutip ayat tersebut, mengingatkan jamaah bahwa belajar agama adalah perjalanan seumur hidup.
Dalam penjelasannya, beliau menguraikan amalan-amalan sunnah yang sering diremehkan, padahal bernilai besar di sisi Allah. Salah satunya shalat sunnah rawatib 14 rakaat, dan khusus qobliyah Subuh yang pahalanya disebut seisi dunia. Beliau juga menyebut shalat sunnah ghairu muakkad dua kali empat rakaat setelah Zuhur, yang ganjarannya “diharamkan api neraka.”
Namun, pesan paling dalam datang ketika Ust. Syamsul berbicara tentang hakikat kematian dan kesiapan diri.
“Setiap yang bernyawa pasti mati. Siap atau tidak, pasti akan tiba waktunya. Maka bekalilah diri dengan amal, dengan shalat yang berkualitas,” ujarnya tegas.
Ia mengaku telah mempelajari shalat selama 45 tahun dan masih merasa perlu memperbaiki kekhusyukan. Menurutnya, jihad terbesar bukan hanya di medan perang, tetapi di dalam shalat itu sendiri—melawan lalai dan melawan godaan syaitan khanzab.
“Jangan pernah capek rukuk dan sujud. Saya sudah 45 tahun belajar shalat, tidak boleh bosan. Karena di situlah perjumpaan makhluk dengan Khaliq,” ucapnya.
Kajian semakin menarik ketika Ust. Syamsul mengaitkan ibadah dengan kehidupan dunia modern. Ia mengajak jamaah membaca keindahan dunia sebagai tanda kebesaran Allah, sebagaimana dalam QS. Al-Mulk ayat 15, “Berjalanlah di bumi dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya.”
Beliau menegaskan, menjelajah dunia bukan hanya untuk berwisata, tetapi untuk mengaji dan mengkaji ciptaan Allah, memperbanyak sujud, serta menghidupkan shalat malam. “Orang ahli tahajud akan hidupnya lapang di dunia dan tenang di akhirat,” tuturnya.
Suasana masjid semakin hangat saat Ust. Syamsul melontarkan pertanyaan seputar ayat al quran kepada jamaah. Setiap jawaban benar diberi hadiah uang tunai Rp100.000. Tawa ringan dan semangat mencari ilmu berpadu indah di antara nasihat yang menyejukkan hati.
Menjelang akhir, Ust. Syamsul menutup dengan QS. Al-Fajr ayat 27–30:
“Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai. Lalu, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku!”
Doa penutup majelis menutup kajian pagi itu, meninggalkan kesan mendalam bagi para jamaah. Sebagai penutup manis, panitia membagikan 50 paket sembako bagi jamaah ibu-ibu. Wajah-wajah bahagia merekah, bukan hanya karena hadiah, tetapi karena hati mereka dipenuhi cahaya ilmu.
Pagi itu, Masjid Jenderal Sudirman benar-benar menjadi tempat “matahari terbit”—bukan sekadar di langit, tapi juga di dalam jiwa. Kajian yang sederhana ini kembali mengingatkan, bahwa amalan sunnah bukan tambahan kecil, melainkan jalan lembut menuju rida Allah dan hidup berkesadaran. (Mochammad Farid Syahrizal)
Baca Lainnya
Sambut Ramadhan dengan Ilmu dan Amal, SMP Muhammadiyah 16 Surabaya Gelar Tarhib di Masjid Al Mukhlis
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 15 Jam
Sempurnakan Teori dengan Praktik, KBIHU Muhammadiyah Surabaya Gelar Simulasi Manasik Haji dan Umrah
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 2 Hari
Puasa, Khauf dan Raja': Kesadaran Spiritual dan Realitas Sosial Dalam Kitab Hikam Ibnu Atha'illah As-Sakandari
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 3 Hari
Bekali Ibadah Sejak Dini, Ratusan Siswa Kelas XII SMAMDA Surabaya Ikuti Ujian Praktik Manasik Haji
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 3 Hari
Lautan Nahdliyin Padati Gajayana, Kakanwil Kemenag Jatim Dampingi Presiden Prabowo dalam Mujahadah Kubro Satu Abad NU
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 4 Hari
Sekjen Kemenag Tegaskan Guru Madrasah Kunci Transformasi Bangsa, Dorong Tata Kelola dan Kesejahteraan di Surabaya
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 5 Hari
Kabar Gembira bagi Guru Madrasah: Kemenag Perjuangkan Pengangkatan PPPK dan Sertifikasi Massal
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 7 Hari
Refleksi Isra Mi’raj di Masjid Al Azhar Surabaya, Mentransformasi Ritual Shalat Menjadi Integritas dan Kepedulian Sosial
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 28 Hari
Spemgalas Hidupkan Spirit Isro’ Mi’raj di Kaza City Mall, Jaga Iman dari Derasnya Arus Media Sosial
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 28 Hari
Wujudkan Loyalitas, 50 Jamaah Berangkat Umrah Lewat KBIHU Muhammadiyah Surabaya
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
