Paria, Orang yang Berada di Luar Kasta dalam Agama Hindu
Jumat, 29 Maret 2024 04:29 WIB
Orang-orang yang dianggap berada di luar kasta dalam agama dan kebudayaan Hindu disebut dengan golongan Paria. Golongan Paria dianggap sebagai golongan terendah dalam agama Hindu. Dalam hal ini, posisinya berada di bawah kaum Sudra.
Widana dan Suksma dalam Perubahan Sistem Warna Menjadi Wangsa, Labeling Kasta pada Masyarakat Bali menyebutkan bahwa Kasta Paria digolongkan sebagai kasta terendah dalam agama Hindu.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai orang-orang yang dianggap berada di luar kasta dalam agama dan kebudayaan Hindu, simak selengkapnya di artikel berikut.
Sistem kasta adalah suatu bentuk sistem stratifikasi sosial yang diterapkan oleh masyarakat Hindu. Sistem ini juga tergolong sebagai sistem sosial tertua dan masih bertahan hingga kini.
Agama Hindu telah menerapkan sistem kasta sejak 3000 tahun lalu. Sistem ini dibedakan berdasarkan karma (pekerjaan) serta dharma atau penugasan.
Pada dasarnya, agama Hindu membagi sistem kasta menjadi golongan Brahmana, Ksatria, Waisya, serta Sudra. Di samping itu, orang-orang yang dianggap berada di luar kasta dalam agama dan kebudayaan Hindu disebut dengan golongan Paria.
Kehidupan Golongan Paria
Golongan Paria atau disebut juga sebagai Dalit kerap memperoleh diskriminasi dari kasta lainnya. Bahkan, tidak jarang orang Paria tidak diizinkan masuk ke dalam kuil. Selain itu, mereka juga disebut sebagai golongan yang haram disentuh.
Hal ini membuat golongan Paria mempunyai peluang kecil untuk memperoleh pendidikan, pekerjaan, maupun jodoh. Bahkan, peluang tersebut nyaris tidak ada dalam kehidupan sosial masyarakatnya.
Masyarakat menganggap bahwa golongan Paria adalah orang-orang yang tidak murni. Hal itu mendorong terjadinya diskriminasi selama ribuan tahun.
Di India sendiri tercatat ada 16% penduduk dari golongan Paria tahun 2011. Pemerintah India pun mulai melakukan reformasi guna menghapus diskriminasi terhadap kasta lainnya. Akan tetapi, hal itu tidak cukup untuk mengatasi permasalahan diskriminasi terhadap golongan Paria.
Biasanya, golongan Paria mempunyai mata pencaharian sebagai pemulung. Bahkan, biasanya mereka bekerja tanpa menggunakan pelindung tertentu.
Demikian sederet informasi mengenai orang-orang yang dianggap berada di luar kasta dalam agama dan kebudayaan Hindu.
Baca Lainnya
Refleksi Isra Mi’raj di Masjid Al Azhar Surabaya, Mentransformasi Ritual Shalat Menjadi Integritas dan Kepedulian Sosial
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 20 Hari
Spemgalas Hidupkan Spirit Isro’ Mi’raj di Kaza City Mall, Jaga Iman dari Derasnya Arus Media Sosial
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 20 Hari
Wujudkan Loyalitas, 50 Jamaah Berangkat Umrah Lewat KBIHU Muhammadiyah Surabaya
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 22 Hari
Festival Kasih Nusantara 2025, Jawaban Elegan Kemenag dalam Merawat Toleransi Tanpa Polemik
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Pantau Ibadah Malam Natal, Forkopimda Boyolali Pastikan Wilayah Aman dan Kondusif
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Mengapa Perspektif Islam tentang Natal Penting bagi Moderasi Beragama ?
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Sinergi TNI-Polri dan Gegana Amankan Gereja di Surabaya Jelang Puncak Natal 2025
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Jaga Hati Santri dari Jeratan Gadget, PPTQ Ahmad Dahlan Ponorogo Gelar Parenting Sinergi Generasi Qur’an
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Memperkuat Hafalan di Tengah Keindahan Alam: Baitul Huffadz MI Muhammadiyah 25 Surabaya Gelar Tadabbur Alam
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Bulan
Generasi Muda Garda Terdepan: PRM Ngagel Rejo Gelar Kajian Inspiratif, Tekankan Pemuda Harus Jadi Pelopor
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 2 Bulan
