Perkuat Logistik Nasional, Pelindo Datangkan 39 Alat Bongkar Muat Baru untuk Terminal Peti Kemas

Armand
Selasa, 10 Februari 2026 08:14 WIB
Istimewa

 

Surabaya, eNews – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) secara resmi mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur pelabuhan di Indonesia. Perusahaan akan mendatangkan sedikitnya 39 unit alat bongkar muat baru yang akan disebar secara bertahap ke sejumlah terminal utama mulai semester II tahun 2026.

​Langkah ini diambil guna mengimbangi tren pertumbuhan arus barang sekaligus memastikan layanan distribusi logistik berjalan lebih cepat dan efisien.

​Modernisasi Alat di Terminal Utama

​Investasi besar ini mencakup pengadaan dua jenis alat utama yang menjadi tulang punggung aktivitas kepelabuhanan:

  • 13 Unit Quay Container Crane (QCC): Alat pengangkat peti kemas di dermaga.
  • 26 Unit Rubber Tyred Gantry (RTG): Alat pengangkat peti kemas di lapangan penumpukan.

​Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menjelaskan bahwa alat-alat ini akan ditempatkan di titik-titik strategis dari Sumatera hingga Sulawesi.

​"Alat baru ini akan kami tempatkan di terminal utama seperti TPK Belawan, TPS Surabaya, dan TPK Semarang. Selain itu, sebaran alat juga mencakup wilayah Lampung, Riau, Banjarmasin, Kendari, hingga Kijing di Kalimantan Barat," jelas Widyaswendra di Surabaya, Senin (09/02).

 

​Optimalisasi dan Standarisasi Layanan

​Selain mendatangkan unit gres, Pelindo juga melakukan optimalisasi aset. Alat-alat yang sudah ada akan direlokasi untuk memperkuat terminal lain, seperti TPK Berlian yang akan mendapatkan tambahan dua unit QCC. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan standarisasi kualitas layanan di seluruh wilayah kerja Pelindo.

​Dukungan dari Pelaku Industri

​Rencana modernisasi ini disambut positif oleh para pemangku kepentingan di sektor maritim dan logistik:

  • INSA (Indonesia National Shipowners’ Association): Ketua Umum DPP INSA, Carmelita Hartoto, menekankan pentingnya pembaruan infrastruktur seiring meningkatnya lalu lintas barang setiap tahun. "Dukungan peralatan dan sistem operasi harus terus diperbarui agar distribusi logistik nasional lebih optimal," tuturnya.
  • ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia): Sekjen ALFI, Trismawan Sanjaya, menyoroti bahwa integrasi layanan berbasis teknologi adalah kunci daya saing global. Menurutnya, biaya logistik yang kompetitif hanya bisa tercapai jika operator pelabuhan, jasa transportasi, dan pergudangan bekerja dalam satu rantai yang efisien.

​Target Dampak

​Dengan hadirnya 39 alat baru ini, Pelindo berharap dapat memangkas waktu tambat kapal (berth time) dan mempercepat proses keluar-masuk barang di lapangan penumpukan. Hal ini diprediksi akan memberikan efek domino pada penurunan biaya logistik nasional yang selama ini menjadi tantangan besar di Indonesia.

Baca Lainnya