Pulih dari Kendala Alat, Arus Logistik di TPK Kupang Kembali Normal

Armand
Kamis, 22 Januari 2026 19:37 WIB
Istimewa

 

Kupang, eNews – Aktivitas logistik di Terminal Petikemas (TPK) Kupang kini telah kembali normal. Berdasarkan pantauan lapangan pada Kamis (22/01), antrean panjang truk yang sebelumnya sempat mengular kini sudah tidak terlihat lagi. Alur pengiriman peti kemas, baik masuk (receiving) maupun keluar (delivery), terpantau lancar dan terkendali.

​Optimalisasi Alat Menjadi Kunci

​Pemulihan ini didorong oleh kembali beroperasinya alat-alat berat di area lapangan penumpukan. Terminal Head TPK Kupang, Andhik Kristianto, mengungkapkan bahwa saat ini mayoritas armada pemindahan peti kemas sudah berfungsi optimal.

​"Sudah normal sejak 15 Januari lalu. Saat ini ada empat unit Rubber Tyred Gantry (RTG) crane dan dua unit Reach Stacker (RS) yang siap melayani aktivitas di lapangan penumpukan," ujar Andhik.

​Selain perbaikan alat, manajemen juga melakukan langkah strategis untuk mempercepat layanan, di antaranya:

  • ​Peningkatan kesiapan operator alat di setiap shift.
  • ​Perencanaan bongkar muat kapal yang lebih presisi.
  • ​Pengaturan alur keluar-masuk (gate system) yang lebih efektif.

​Komitmen Jangka Panjang dan Ekspansi

​Menanggapi kendala operasional yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen untuk menjaga stabilitas layanan agar kejadian serupa tidak terulang. Sebagai solusi permanen, perseroan berencana melakukan penambahan unit RTG crane baru pada periode 2026 hingga 2027.

​"Kami memohon maaf atas kendala yang terjadi sebelumnya. Perlu kami tegaskan bahwa TPK Kupang tetap beroperasi 24 jam nonstop setiap hari untuk memastikan urat nadi ekonomi di NTT tetap berputar," tambah Andhik.

​Dari Sembilan Jam Menjadi 30 Menit

​Perubahan signifikan ini dirasakan langsung oleh para pengemudi truk yang sehari-hari beroperasi di pelabuhan. Victor Kebo, salah satu pengemudi, menceritakan pengalamannya saat terjadi kendala pada awal Januari lalu.

​"Pada 7 Januari, saya sempat mengantre hingga sembilan jam untuk mendapatkan muatan. Sekarang kondisinya sudah jauh membaik, tidak ada lagi antrean ekstrem," kata Victor.

 

​Senada dengan Victor, pengemudi lain bernama James Phila Ndilu kini merasa lebih nyaman bekerja. Jika sebelumnya ia harus menunggu dari siang hingga malam hari, kini proses masuk hingga keluar pelabuhan (gate-to-gate) berlangsung sangat singkat.

​"Kondisi sekarang sangat cepat, hanya butuh waktu sekitar 30 menit mulai dari masuk gerbang hingga truk keluar membawa peti kemas," pungkas James.

Baca Lainnya