Airlangga: Ekonomi Indonesia 2026 Diproyeksi Lebih Kuat di Tengah Tekanan Global

Any Sayekti
Jumat, 6 Februari 2026 16:49 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto ketika menyampaikan geliat ekonomi Indonesia dalam acara Dialog Menko Perekonomian Dengan Warga Muhammadiyah di Hyatt Regency Hotel Yogyakarta (Sayekti)

Yogyakarta, eNews — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai perekonomian Indonesia memiliki prospek yang relatif lebih stabil dibandingkan sejumlah negara maju pada 2026. Optimisme tersebut didasarkan pada kuatnya konsumsi domestik, pertumbuhan investasi, serta perbaikan sejumlah indikator sosial sepanjang 2025.

Airlangga menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu tercatat sebesar 5,11 persen secara tahunan. Ia berharap kinerja tersebut dapat ditingkatkan pada 2026, meski perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian.

“Jika dibandingkan dengan negara lain, potensi perlambatan ekonomi Indonesia relatif kecil. Bahkan, risikonya lebih rendah dibandingkan beberapa negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat,” ujar Airlangga.

Sepanjang 2025, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama perekonomian nasional. Pertumbuhan konsumsi tercatat sebesar 5,11 persen dengan kontribusi mencapai 53,88 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Sementara itu, investasi tumbuh 6,12 persen dan menyumbang 28,77 persen terhadap PDB.

Airlangga menambahkan, sektor industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Selain memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB, sektor ini juga mencatatkan laju pertumbuhan tertinggi dibandingkan sektor lainnya.

Perbaikan kinerja ekonomi tersebut turut berdampak pada kondisi sosial masyarakat. Tingkat kemiskinan nasional menurun menjadi 8,25 persen, rasio Gini membaik ke level 0,363, dan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,7 persen. Penurunan pengangguran seiring dengan bertambahnya sekitar 1,4 juta orang yang terserap ke dunia kerja.

Memasuki 2026, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, terutama melalui penguatan daya beli masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri. Program yang disiapkan antara lain bantuan pangan, pemberian diskon transportasi dan tarif tol, serta perluasan akses pembiayaan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Selain itu, pemerintah juga mendorong pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di sekitar 80.000 desa di seluruh Indonesia. Program tersebut didukung pendanaan hingga Rp5 miliar per desa guna memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat lokal.

“Pendanaan ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian desa dan memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Airlangga.

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga dalam kegiatan Indonesia Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan oleh PP Muhammadiyah di Hyatt Regency Yogyakarta, Jumat (6/2). Acara tersebut dikemas dalam sesi dialog bersama warga Muhammadiyah dan dihadiri mahasiswa, pelaku usaha, serta jajaran pimpinan organisasi. (Sayekti)

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Indonesia Economic Outlook 2026
Baca Lainnya